Kudus Ajukan Sekolah Integrasi di Gondangmanis Bae, SD hingga SMA Berada dalam Satu Kawasan

Ilustrasi siswa sedang mengikuti kegiatan belajar di sekolah. (Foto: istimewa)

KUDUS, LINTASKUDUS.COM – Sekolah Integrasi merupakan konsep pendidikan yang menghubungkan sejumlah jenjang pendidikan dalam satu kawasan dengan sistem layanan dan pengelolaan yang terintegrasi. Konsep yang didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) itu dirancang untuk memperkuat pemerataan layanan pendidikan sekaligus meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Konsep tersebut kini juga tengah diusulkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Rencananya, kawasan Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, akan menjadi lokasi pengembangan Sekolah Integrasi.

Di kawasan tersebut telah terdapat sejumlah satuan pendidikan dengan lokasi yang saling berdekatan. Mulai dari beberapa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Eko Djumartono mengatakan, rencana Sekolah Integrasi di Gondangmanis bukan berarti sejumlah sekolah yang ada akan dilebur atau merger menjadi satu sekolah.

Menurutnya, konsep yang diusulkan adalah mengintegrasikan keberadaan sejumlah satuan pendidikan yang telah ada dalam satu kawasan.

“Di sana ada beberapa SMP, SD. Kita bukan merger, tetapi kita jadikan satu,” kata Eko.

Hal itu disampaikan Eko usai mengawal kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti saat meresmikan SD Mulida di Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu.

Eko menjelaskan, kawasan Gondangmanis dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan pendidikan terintegrasi karena sejumlah sekolah dari berbagai jenjang telah berdiri di lokasi yang saling berdekatan.

Salah satu lokasi yang menjadi bagian dari rencana tersebut berada di kawasan SMP Negeri 2 Bae, yang memiliki area lapangan cukup luas.

Namun demikian, rencana Sekolah Integrasi di Kudus masih belum dapat dipastikan terealisasi. Pemkab Kudus telah mengajukan usulan tersebut kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

“Sudah kita ajukan, tetapi disetujui atau tidak nanti keputusan dari Kementerian,” ujar Eko.

Apabila usulan tersebut disetujui, pengembangan Sekolah Integrasi di Gondangmanis diharapkan mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

“Kalau disetujui dan anggarannya dari Kementerian Pendidikan, nanti kita laksanakan,” imbuhnya.

Kemendikdasmen sendiri menjelaskan, Sekolah Terintegrasi tidak sekadar menyatukan bangunan atau sejumlah jenjang pendidikan dalam satu lokasi. Konsep tersebut diarahkan untuk membangun sistem pendidikan yang terstruktur dan berkelanjutan dalam satu kawasan.

Melalui model tersebut, layanan pendidikan diharapkan dapat berjalan lebih terpadu, mulai dari pemanfaatan fasilitas, pengembangan pembelajaran hingga peningkatan mutu pendidikan.

Dalam konteks rencana di Kudus, keberadaan sejumlah SD, SMP, dan SMA yang telah lebih dulu berdiri di Desa Gondangmanis menjadi salah satu potensi utama.

Meski demikian, masyarakat masih harus menunggu keputusan Kemendikdasmen. Hingga saat ini, Sekolah Integrasi di Gondangmanis masih sebatas rencana dan usulan Pemkab Kudus, belum mendapat persetujuan maupun memasuki tahap pembangunan.

Jika nantinya mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat, kawasan Gondangmanis berpeluang dikembangkan menjadi salah satu kawasan pendidikan terintegrasi di Kabupaten Kudus. (Faza)