ASTI Kudus Sapu Bersih Tiga Gelar Juara Piala Liga Grassroots 2026 di Blora

Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI) Kudus meraih prestasi membanggakan dalam ajang Piala Liga Grassroots 2026 yang digelar di Stadion Mini Bina Taruna Kapuan, Cepu, Kabupaten Blora. (Foto: Istimewa)

KUDUS, LINTASKUDUS.COM – Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI) Kudus meraih prestasi gemilang dalam ajang Piala Liga Grassroots 2026 di Stadion Mini Bina Taruna Kapuan, Cepu, Kabupaten Blora, Minggu, 11 Oktober 2026. ASTI Kudus berhasil membawa pulang tiga gelar juara pertama dari kelompok usia U12, U13, dan U15.

Keberhasilan tersebut menunjukkan daya saing para pemain muda ASTI Kudus dalam kompetisi sepak bola usia dini. Mereka mampu tampil maksimal di tiga kategori yang dipertandingkan meski tidak diperkuat seluruh pemain terbaiknya.

Salah satu kemenangan diraih tim U15 yang dilatih Coach Eko Mulyono. Pada partai final, ASTI Kudus mengalahkan ASTI Semarang asuhan Coach Bima Sakti Sampurna dengan skor meyakinkan 3-0.

Tiga gol kemenangan ASTI Kudus masing-masing dicetak oleh Faiz, Aruna, dan Totti.

Sebelum melaju ke final, ASTI Kudus terlebih dahulu menyingkirkan Safin Pati pada babak semifinal. Sementara itu, ASTI Semarang memastikan tempat di partai puncak setelah mengalahkan tuan rumah AC Bola.

Piala Liga Grassroots 2026 yang disponsori Ortuseight mempertandingkan tiga kelompok usia, yakni U12, U13, dan U15. ASTI Kudus berhasil menyapu bersih gelar juara pertama pada seluruh kategori tersebut.

Selain itu, ASTI Semarang juga mencatatkan prestasi dengan menempati posisi runner-up pada kelompok U12 dan U15. Tim tersebut juga meraih peringkat ketiga pada kelompok U13.

Manager Tim ASTI Kudus, Dadi Utomo, mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraih anak asuhnya. Menurutnya, hasil tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena tim yang berangkat ke Blora tidak diperkuat skuad secara lengkap.

“Alhamdulillah, Blora menjadi ladang rezeki bagi anak-anak ASTI. Meskipun skuad yang berangkat tidak lengkap karena banyak pemain yang diambil ke klub EPA Liga 1, anak-anak mampu menunjukkan hasil latihan selama ini,” ungkap Dadi, Senin, 12 Oktober 2026.

Ia menilai hasil tersebut menjadi bukti bahwa proses latihan dan pembinaan yang dijalankan ASTI Kudus mampu menghasilkan pemain yang kompetitif. Keterbatasan jumlah pemain tidak menghalangi tim untuk bersaing hingga meraih gelar juara.

Dadi menambahkan, tim yang menempati posisi juara pertama dan kedua berhak mendapatkan golden ticket untuk mengikuti seri nasional di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat.

Kesempatan tersebut menjadi peluang bagi para pemain muda ASTI Kudus untuk menguji kemampuan melawan tim-tim dari berbagai daerah.

Sebagai akademi sepak bola yang berpusat di Kudus, ASTI terus mengembangkan pembinaan pemain usia dini. Saat ini, jangkauan pembinaannya telah mencakup delapan kota, yakni Kendal, Tegal, Semarang, Purbalingga, Kulon Progo, Lamongan, Bekasi, dan Ternate.

ASTI juga menyiapkan pembukaan sejumlah cabang baru untuk memperluas kesempatan anak-anak Indonesia mengembangkan kemampuan di bidang sepak bola.

Raihan tiga gelar juara di Piala Liga Grassroots 2026 menjadi modal bagi ASTI Kudus untuk menghadapi kompetisi berikutnya, termasuk seri nasional. Konsistensi latihan dan pembinaan diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas para pemain muda agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.