KUDUS,Lintaskudus.com– Aksi Kepala SMPN 2 Bae yang mengunggah kondisi kerusakan atap sekolahnya ke media sosial hingga viral mendapat respons tegas dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus. Pihak dinas mengingatkan agar sekolah menempuh prosedur resmi alih-alih memviralkan masalah yang justru berpotensi menimbulkan kegaduhan.
Plt. Kepala Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, menegaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah memproses SMPN 2 Bae ke dalam daftar program revitalisasi sekolah dari Kemendikdasmen tahun 2026. Bahkan, pihak sekolah telah mengikuti koordinasi teknis via zoom meeting terkait pengalokasian anggaran tersebut.
“Artinya, ini sedang berproses. Kami tidak memungkiri ada bangunan yang rusak, tetapi ada prosedur pelaporan yang harus diikuti. Jika masalahnya dibuat konten dan diunggah ke media sosial, tentu itu kurang bijak,” ujar Anggun saat dimintai keterangan, Senin (5/10/2026).
Anggun menambahkan, Disdikpora akan kembali menerjunkan tim sarpras ke lokasi untuk memetakan kondisi darurat bangunan tersebut. Ia pun meminta sekolah-sekolah untuk lebih kooperatif dalam berkomunikasi dengan dinas terkait jika mendapati kerusakan sarana.
“Kami tidak melarang sekolah untuk bersuara atau speak up, namun semua harus ada mekanismenya. Jangan sampai langkah yang diambil justru menciptakan persepsi negatif di masyarakat,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SMPN 2 Bae, Yusro, menyampaikan bahwa tindakan memviralkan video itu bukanlah tanpa alasan. Ia mengaku langkah itu diambil sebagai upaya untuk mendorong percepatan verifikasi dan validasi (verval) dari pihak pusat.
“Video itu sebenarnya sudah dilihat tim verval pusat sejak Agustus lalu. Saya unggah ke media sosial karena menunggu undangan bimbingan teknis (bimtek) yang tak kunjung datang,” ungkap Yusro.
Menurut Yusro, saat ini kondisi sarpras di SMPN 2 Bae memang sangat mengkhawatirkan. Selain atap ruang guru yang lapuk, beberapa ruang kelas dan laboratorium kimia serta longsor di area gerbang belakang sekolah membutuhkan penanganan mendesak.
Yusro berharap, dengan viralnya kondisi sekolah tersebut, pihak pusat dapat segera memberikan kepastian terkait Anggaran Biaya Tambahan (ABT) tahap 2. “Kami berharap segera terfasilitasi, karena kerusakan ini menyangkut keamanan siswa dan guru,” pungkasnya.






