KUDUS, LINTASKUDUS.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus secara resmi membuka gelaran Pekan Raya Kudus 2026 pada Selasa (29/9) malam. Acara yang berpusat di kawasan pusat Kabupaten Kudus ini dirancang sebagai ruang promosi produk lokal sekaligus strategi memperluas jangkauan pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif daerah.
Pekan Raya Kudus 2026 berlangsung selama satu pekan, mulai 29 September hingga 5 Oktober 2026. Gelaran tahunan ini menghadirkan sebanyak 150 stan yang menampilkan ragam produk unggulan daerah, meliputi sektor fashion, aksesori, karya ekonomi kreatif, hingga aneka kuliner. Untuk menyemarakkan suasana, area kegiatan dihiasi ratusan lampion serta diisi dengan panggung hiburan musik dari grup band lokal.
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Sabrina Birton, dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa Pekan Raya Kudus merupakan wujud komitmen Pemkab Kudus dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui fasilitasi ruang promosi yang inklusif.
“Pekan Raya Kudus menjadi ruang bertemunya pelaku UMKM dengan masyarakat untuk mengenalkan berbagai potensi dan kreativitas lokal Kabupaten Kudus. Geliat ekonomi daerah tidak hanya ditopang oleh sektor industri kretek, melainkan juga wisata religi, budaya, kuliner, wisata alam, hingga UMKM,”ujar Bellinda.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menegaskan bahwa pertumbuhan UMKM memerlukan dukungan promosi yang konsisten agar produk-produk lokal Kudus tidak hanya dikenal di dalam daerah, tetapi juga mampu menarik konsumen dari wilayah sekitarnya. Hal ini terbukti dengan hadirnya para pengunjung dari kabupaten tetangga, seperti Kabupaten Demak, yang turut meramaikan pembukaan acara.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Kudus berharap terjadi peningkatan transaksi ekonomi, perluasan jaringan pemasaran bagi para pedagang kaki lima dan UMKM, serta dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Di samping itu, Pemkab Kudus juga mengimbau seluruh peserta, pelaku usaha, dan pengunjung untuk bersama-sama menjaga ketertiban, kebersihan, serta kelestarian lingkungan selama kegiatan berlangsung.
“Jangan meninggalkan sampah di sembarang tempat. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Kudus tidak hanya bangga terhadap produk dan potensi daerahnya, tetapi juga peduli terhadap ketertiban dan kebersihan lingkungan,” tutup Bellinda.












