KUDUS, LINTASKUDUS.COM – Target emas tetap dipasang tim panjat tebing Kabupaten Kudus meski persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 masih dibayangi keterbatasan fasilitas latihan.
Lima atlet disiapkan untuk memperkuat Kudus pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Tim pelatih kini lebih fokus menjaga kondisi sekaligus mempertajam teknik sebelum atlet turun bertanding.
Sekretaris Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Kudus sekaligus Manajer Tim dan Pelatih, Hema Himawan, mengatakan lima atlet yang lolos terdiri atas tiga putra dan dua putri.
Tiga di antaranya akan berlaga pada nomor Speed World Record (WR) Kids, yakni dua atlet putra dan satu atlet putri. Sedangkan dua atlet lainnya dipersiapkan untuk nomor kategori umum.
Selain Speed WR, para atlet juga menjalani latihan pada nomor Speed Classic, Lead, dan Boulder.
“Kalau untuk targetnya insyaallah satu emas, di nomor Speed WR Kids putra,” kata Hema, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, persiapan tim saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen. Program latihan mulai diarahkan pada tahap akhir, terutama pemantapan teknik dan menjaga kondisi fisik atlet agar siap menghadapi pertandingan.
“Persiapan sudah 90 persen. Mudah-mudahan nanti sesuai target,” ujarnya.
Para atlet menjalani latihan hingga enam kali dalam sepekan. Namun, memasuki masa mendekati Porprov, pola latihan mulai diubah dengan mengurangi volume dan meningkatkan intensitas.
“Volumenya kita kurangi, tetapi intensitasnya kita tambah. Sekarang lebih ke pemantapan teknik pemanjatan,” jelasnya.
Di balik persiapan tersebut, persoalan fasilitas masih menjadi pekerjaan rumah bagi pembinaan panjat tebing Kudus. Saat ini hanya satu dinding panjat yang dinilai bisa dimanfaatkan untuk latihan.
“Kendala kita adalah sarana. Kita memang minim sarana,” ungkap Hema.
Kondisi itu membuat tim harus mencari alternatif agar atlet tetap mendapatkan pengalaman latihan di fasilitas yang mendekati standar pertandingan.
Salah satunya dengan berlatih ke Semarang. FPTI Jawa Tengah sebelumnya memberikan kesempatan kepada Pengkab untuk menggunakan dinding kompetisi sehingga atlet Kudus dapat berlatih di sana setiap pekan.
“Kita sempat ke Semarang setiap minggu untuk latihan di dinding kompetisi,” katanya.
Selain keterbatasan fasilitas, pengalaman bertanding juga menjadi perhatian. Mayoritas atlet Kudus yang tampil pada Porprov 2026 merupakan wajah baru.
Para atlet tersebut masih berasal dari jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA. Hanya satu atlet yang sebelumnya pernah mengikuti Porprov.
Meski demikian, tim pelatih telah menyiapkan strategi dengan mempertimbangkan nomor yang paling memungkinkan bagi masing-masing atlet. Sebab, setiap atlet memiliki batas maksimal mengikuti tiga nomor dalam Porprov.
“Mana yang berpeluang, itu yang kita daftarkan. Atlet tetap latihan di beberapa nomor,” jelas Hema.
Pada Porprov sebelumnya, panjat tebing Kudus berhasil membawa pulang dua medali emas, dua perak dan satu perunggu. Namun, komposisi atlet tahun ini mengalami perubahan karena sebagian atlet peraih medali sebelumnya tidak lagi tampil.
Di sisi lain, FPTI Kudus tetap menjalankan pembinaan atlet muda melalui klub-klub panjat tebing. Saat ini terdapat sekitar 50 peserta yang mengikuti pembinaan.
Hema berharap persoalan fasilitas di kawasan GOR Kudus mendapat perhatian sehingga dapat menunjang pembinaan atlet prestasi sekaligus atlet usia dini.
“Di klub anak-anak ada sekitar 50 peserta. Mereka juga membutuhkan sarana yang proper,” katanya.
Menurutnya, keberadaan fasilitas yang memadai akan membantu atlet mendapatkan porsi latihan yang lebih optimal sekaligus menjaga kesinambungan pembinaan panjat tebing di Kudus.
“Mudah-mudahan sarana di GOR bisa diperbaiki tahun depan, supaya pembinaan atlet dan latihan bisa lebih maksimal,” pungkas Hema. (Faza)











