Jelang Porprov 2026, 6 Atlet Biliar Kudus Tak Hanya Ditempa dengan Latihan

Atlet biliar menjalani latihan intensif sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. (Foto: Istimewa)

KUDUS, LINTASKUDUS.COM – Ada cara berbeda yang dilakukan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kudus dalam mempersiapkan enam atletnya menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.

Tak hanya digenjot latihan di atas meja biliar, para atlet juga ditempa untuk memiliki ketenangan dan konsentrasi. Pembinaan mental menjadi perhatian karena kemampuan mengendalikan pikiran dinilai sangat menentukan saat menghadapi tekanan pertandingan.

Ketua Pengkab POBSI Kudus, Pradipta Adi Nugraha, mengatakan biliar merupakan olahraga yang lebih banyak mengandalkan kemampuan berpikir dibandingkan kekuatan fisik.

“Biliar itu melatih otak, bukan otot. Ketenangan dan konsentrasi sangat tinggi,” kata Pradipta, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, atlet harus mampu mempertahankan fokus ketika membaca posisi bola, menentukan pukulan, hingga mengambil keputusan dalam kondisi pertandingan yang penuh tekanan.

Atas dasar itu, POBSI Kudus memberikan pembinaan mental melalui sejumlah kegiatan. Para atlet diajak mengikuti kegiatan keagamaan seperti mengaji, tadarus dan shalawatan.

Pembinaan tersebut juga melibatkan mantan atlet biliar Kudus yang kini menjadi ustaz. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu atlet menjaga ketenangan sekaligus melatih konsentrasi.

“Membaca Al-Qur’an itu melatih ketenangan dan fokus,” ujarnya.

Sementara dari sisi teknis, latihan para atlet juga terus berjalan. Intensitas latihan dilakukan hampir setiap hari, mulai pagi, siang hingga malam, dengan menyesuaikan kesibukan masing-masing atlet.

“Atlet-atlet sudah sering latihan, pagi, siang, malam. Seminggu full,” ungkapnya.

Lokasi latihan dilakukan di beberapa tempat. Sebelumnya latihan berlangsung di Fullhouse, sedangkan saat ini para atlet juga berlatih di Junction dan Ropang. POBSI Kudus juga tengah memproses rencana pembangunan basecamp di kawasan Taman Bojana.

Keberadaan basecamp tersebut nantinya diharapkan menjadi pusat pembinaan sekaligus memudahkan koordinasi atlet menjelang Porprov Jateng 2026.

Enam atlet Kudus akan turun dalam sejumlah nomor pertandingan, yakni bola 9, bola 8, snooker, karom, ganda putra dan ganda campuran. Dari sejumlah nomor tersebut, POBSI Kudus mengandalkan nomor karom dan ganda.

Para atlet yang dipersiapkan memiliki rentang usia sekitar 20 hingga 50-an tahun. Sebagian besar juga telah memiliki pengalaman mengikuti kompetisi tingkat nasional.

Pengalaman pada Porprov 2023 menjadi salah satu modal tim Kudus. Saat itu, biliar Kudus berhasil membawa pulang satu medali dari nomor karom. Hasil tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi Porprov tahun ini.

Salah satu kendala yang sebelumnya dihadapi adalah keterbatasan meja biliar berstandar pertandingan. Kini kondisi fasilitas di Kudus mulai membaik karena sejumlah meja telah memenuhi standar.

Pradipta menyebut tingkat kesiapan tim saat ini berada di kisaran 70 persen. Menjelang pertandingan, POBSI Kudus akan menggelar training camp (TC) selama kurang lebih satu pekan.

TC tidak hanya digunakan untuk meningkatkan kesiapan bertanding, tetapi juga membangun kekompakan antaratlet. Sebab, sebagian atlet memiliki pekerjaan dan aktivitas di luar kota.

“TC dilakukan untuk mengakrabkan situasi dan membangun kekompakan supaya chemistry tim ada,” jelasnya.

Untuk target, POBSI Kudus membidik medali. Perak dan perunggu menjadi sasaran realistis, sementara peluang meraih emas tetap diharapkan.

“Kami tidak muluk-muluk. Targetnya medali perak atau perunggu, syukur-syukur bisa emas,” tuturnya.

Dalam persaingan Porprov Jateng 2026, Pekalongan menjadi salah satu daerah yang diperhitungkan. Pradipta menyebut daerah tersebut memiliki atlet yang telah berpengalaman mengikuti kompetisi tingkat nasional.

Dengan persiapan teknis dan mental yang terus dilakukan, POBSI Kudus berharap enam atlet mampu menjaga fokus serta ketenangan ketika berada di meja pertandingan.

“Yang penting atlet bisa fokus dan tenang saat bertanding,” pungkasnya. (Faza)