KUDUS – Sebanyak 16 atlet Woodball Kabupaten Kudus tengah dipersiapkan untuk menghadapi persaingan ketat pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Membawa kekuatan penuh, kontingen Woodball Kudus memasang target tiga medali dari 14 nomor pertandingan yang akan diikuti.
Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Woodball Kudus, Pramudya Gatot Sugiarto, mengatakan persiapan tim terus digenjot dengan memanfaatkan waktu yang tersisa sebelum pertandingan.
Pemantapan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari teknik, fisik hingga kesiapan mental atlet.
“Persiapan kami terus dimaksimalkan. Sisa waktu yang ada kami gunakan untuk pemantapan agar atlet lebih siap saat pertandingan,” kata Gatot, Senin (14/9/2026).
Dari total 16 atlet, masing-masing delapan merupakan atlet putra dan delapan atlet putri. Mereka diproyeksikan tampil dalam 14 nomor pertandingan, mulai dari single fairway, single stroke, double fairway, double stroke, double stroke mix putra-putri, double mix fairway, double fairway putra-putri hingga nomor tim.
Dari seluruh nomor tersebut, Woodball Kudus menargetkan satu medali emas, satu perak dan satu perunggu.
Target itu dinilai masih realistis dengan melihat kekuatan tim serta peluang yang tersedia di setiap nomor pertandingan.
Latihan Fisik Diperkuat
Menjelang Porprov, kesiapan fisik dan teknik para atlet disebut telah mencapai sekitar 75 hingga 80 persen.
Program latihan kini lebih diarahkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar atlet mampu mempertahankan performa selama pertandingan.
Endurance menjadi salah satu fokus utama. Atlet juga menjalani latihan speed serta latihan untuk memperkuat jantung dan paru-paru.
Tidak hanya itu, kekuatan tangan dan kaki juga menjadi perhatian. Latihan hand grip dilakukan untuk meningkatkan kekuatan genggaman, sedangkan squat dan leg day digunakan untuk memperkuat otot kaki.
Menurut Gatot, kaki memiliki peranan penting dalam permainan woodball. Kekuatan kaki diperlukan untuk menjaga keseimbangan sekaligus mempertahankan konsentrasi saat melakukan pukulan.
“Fisik kami fokus pada endurance dan speed. Kekuatan jantung dan paru-paru juga perlu dijaga supaya atlet tetap bugar. Kekuatan tangan dilatih melalui hand grip, tetapi yang utama adalah kaki. Kalau kaki tidak kuat, fokus juga bisa terganggu,” jelasnya.
Porprov Jadi Jalan Menuju PON
Pertarungan di Porprov 2026 juga dipandang sebagai kesempatan bagi atlet Woodball Kudus untuk membuka peluang lebih besar di tingkat Jawa Tengah.
Pasalnya, performa atlet di ajang tersebut dapat menjadi bagian dari pemeringkatan serta pertimbangan dalam Seleksi Daerah (Selekda) untuk memperkuat tim Jawa Tengah menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
Karena itu, atlet tidak hanya dituntut mengejar medali untuk Kudus. Mereka juga memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan di tingkat provinsi.
Mayoritas atlet Woodball Kudus saat ini berusia 20 hingga 30 tahun. Namun, cabang olahraga tersebut terbuka bagi atlet mulai usia 12 tahun dan tidak memiliki batas maksimal usia.
Regenerasi pun mulai dilakukan. Bahkan, saat ini terdapat atlet yang masih duduk di bangku SMP.
Meski demikian, sebagian besar atlet senior telah memiliki pekerjaan dan keluarga. Kondisi tersebut membuat jadwal latihan harus menyesuaikan aktivitas mereka.
Latihan intensif kemudian dipusatkan pada Jumat, Sabtu dan Minggu.
Lapangan Khusus Masih Jadi Harapan
Di balik persiapan menghadapi Porprov, Woodball Kudus masih menghadapi persoalan sarana latihan.
Hingga saat ini belum tersedia lapangan khusus atau private yang steril dan memiliki luas memadai untuk digunakan sebagai tempat latihan secara optimal.
Padahal, Woodball Kudus memiliki catatan prestasi yang cukup baik dalam ajang Porprov.
Pada Porprov 2018, Kudus mampu membawa pulang empat medali emas, dua medali perak dan empat medali perunggu.
Sementara pada Porprov 2023, Woodball Kudus meraih satu medali perak dan empat medali perunggu.
Gatot menyebut woodball sebagai cabang olahraga multi-event yang memiliki peluang menyumbangkan banyak medali. Karena itu, dukungan fasilitas menjadi salah satu kebutuhan penting dalam meningkatkan prestasi.
Regenerasi Mulai Disiapkan
Untuk jangka panjang, Pengkab Woodball Kudus berencana memperluas pembinaan dengan menggandeng sekolah-sekolah di Kabupaten Kudus.
Pengenalan woodball kepada pelajar diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk menemukan bibit atlet baru.
Selain itu, kompetisi internal juga direncanakan digelar secara rutin, misalnya tiga bulan sekali.
Ajang tersebut tidak hanya ditujukan untuk mencari bibit potensial, tetapi juga memberikan pengalaman bertanding kepada atlet muda dan menjaga motivasi mereka dalam berlatih.
Aspek mental juga terus diperhatikan. Menurut Gatot, konsentrasi menjadi faktor penting karena tekanan dari lawan ketika pertandingan berlangsung dapat memengaruhi psikologis atlet.
Jika konsentrasi terganggu, ketidakstabilan swing atau pukulan bisa terjadi.
Karena itu, pengurus berupaya memberikan dukungan moral sekaligus menanamkan rasa tanggung jawab kepada atlet terhadap tim yang mereka bela.
Dengan seluruh persiapan tersebut, Woodball Kudus berharap target satu emas, satu perak dan satu perunggu dapat diwujudkan pada Porprov Jateng 2026.
“ Kami berharap woodball Kudus bisa terus berpartisipasi dan berprestasi di tingkat regional maupun nasional, dan yang paling kami harapkan adalah adanya lapangan khusus agar fokus, mentalitas, serta persiapan atlet ke depan bisa jauh lebih maksimal,” pungkas Gatot. (Faza)












