Dua Warga Kudus Terseret Musibah KM Virgo Transport 8? Begini Respons Bupati Sam’ani

Posko pencarian korban hilang penumpang KM Virgo Transport 8 di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, LINTASKUDUS.COM – Harapan bercampur kecemasan dirasakan keluarga warga Kudus yang hingga kini belum mendapatkan kepastian keberadaan kerabatnya setelah KM Virgo Transport 8 hilang kontak dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.

Salah satunya Umi. Warga Kudus tersebut rela menempuh perjalanan jauh ke Surabaya untuk mencari informasi mengenai suaminya, Yusuf, dan adiknya, Adam, yang tercatat dalam manifes penumpang kapal tersebut.

Umi mendatangi Posko Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (14/9/2026) siang. Yusuf diketahui bekerja sebagai sopir truk ekspedisi, sedangkan Adam merupakan kernet. Keduanya berangkat menggunakan KM Virgo Transport 8 sebelum kapal dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9/2026).

Komunikasi terakhir Umi dengan Yusuf terjadi melalui video call pada Sabtu (12/9/2026) pagi. Saat itu, Yusuf masih sempat menghubungi Umi ketika hendak naik ke kapal. Setelahnya, komunikasi terputus. “Sampai sekarang belum ada informasi, katanya masih menunggu dari Banjar,” ujar Umi di posko.

Ia mengaku datang langsung ke Surabaya karena ingin mendapatkan kepastian. Meski nama Yusuf dan Adam tercatat dalam manifes kapal, keduanya belum masuk dalam daftar korban yang ditemukan.
“Harapan saya segera ditemukan, pokoknya harus diupayakan. Dalam daftar penumpang ada, tetapi di daftar pencarian, suami sama adik saya belum ada,” katanya.

Kegelisahan juga dirasakan keluarga penumpang lainnya. Sejumlah keluarga bahkan mendatangi kawasan Gapura Surya Surabaya untuk melihat papan informasi terkait perkembangan pencarian.
Mereka mencermati informasi yang tersedia, berharap menemukan nama anggota keluarga dalam daftar korban yang telah ditemukan.

Salah satunya Ruswi, yang mencari kakak iparnya, Edi Sukamto, warga Lumajang. Edi bekerja sebagai oiler atau kru kapal bagian mesin. Ruswi mengatakan komunikasi dengan Edi biasanya berlangsung setiap hari melalui WhatsApp. Namun, komunikasi tersebut terputus pada Minggu malam.
“Dia setiap hari komunikasi. Lepas maghrib, enggak ada komunikasi sama sekali sampai hari ini,” tuturnya.

Berdasarkan data Basarnas hingga Senin (14/9/2026) pukul 11.00 WITA, sebanyak 114 orang telah ditemukan dari total 243 orang dalam manifes. Sebanyak 108 orang ditemukan selamat dan enam orang meninggal dunia. Sementara 129 orang lainnya masih dalam pencarian.

Di tengah kabar tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus juga masih menunggu kepastian resmi terkait dua warga Kudus yang disebut berada dalam manifes kapal.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengaku belum menerima informasi resmi dari instansi terkait mengenai status Yusuf dan Adam. “Kami belum menerima informasi resmi dari instansi terkait terkait adanya dua warga Kudus yang menjadi korban dalam kecelakaan air tersebut,” ujar Sam’ani.

Namun, jika informasi tersebut nantinya terkonfirmasi, Sam’ani menyampaikan belasungkawa mewakili masyarakat Kabupaten Kudus. “Kalau memang benar, saya mewakili masyarakat Kabupaten Kudus mengucapkan turut berbelasungkawa. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan, dan semoga yang masih dalam pencarian segera ditemukan,” kata Sam’ani. ( FAZA)