Dua Kandidat Bertarung, Siswa SLB Negeri Purwosari Kudus Ikut Rasakan Demokrasi Pilketos

Puluhan siswa dan siswi SLB Negeri Purwosari Kudus mengikuti pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) Serentak 2026. (Foto: istimewa)

KUDUS, LINTASKUDUS.COM — Pesta demokrasi pelajar di Kabupaten Kudus tahun ini menyentuh semua kalangan. Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Purwosari Kudus turut menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) atau Pilketos Serentak 2026, Rabu (16/9/2026).

Berbeda dengan pemilihan di sekolah umum, para siswa SLB Negeri Purwosari mengikuti proses demokrasi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Sebanyak dua calon Ketua OSIS bersaing untuk mendapatkan kepercayaan dari para siswa.

Pelaksanaan Pilketos di sekolah tersebut turut dipantau langsung Bupati Kudus Samani Intakoris. Selain melihat proses pemungutan suara, Samani juga berdialog dengan siswa, kepala sekolah serta para guru.

Menurut Samani, Pilketos tidak sekadar menjadi kegiatan memilih Ketua OSIS. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang dapat dikenalkan kepada pelajar sejak berada di bangku sekolah.

“Ini pembelajaran demokrasi, bagaimana kita belajar jujur dan bersemangat dalam kekeluargaan. Beda pendapat dan persaingan itu boleh, tetapi ketika sudah ditentukan siapa yang menang, maka harus didukung,” ujar Samani.

Ia mengingatkan agar perbedaan pilihan tidak menjadi alasan bagi siswa untuk saling bermusuhan. Siswa yang terpilih harus menjalankan amanah, sedangkan mereka yang belum memperoleh suara terbanyak tetap harus dihargai.

“Yang menang jangan sombong, yang kalah jangan sedih, karena persaingan itu hal yang biasa. Inilah pembelajaran demokrasi bagi panjenengan semua,” katanya.

Samani juga menyampaikan apresiasi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus, pihak sekolah, kepala sekolah dan para guru SLB Negeri Purwosari yang telah memberikan ruang kepada siswa untuk mengikuti proses demokrasi.

“Terima kasih kepada KPU yang telah memberikan ruang bagi sekolah luar biasa. Terima kasih juga kepada kepala sekolah dan para guru SLB yang telah membimbing dan mengawal anak-anak dengan kesabaran serta ketelatenan yang luar biasa,” ungkapnya.

Menurutnya, seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pengalaman berdemokrasi.

“Mereka adalah anak-anak Indonesia yang memiliki hak yang sama,” tegas Samani.

Bupati juga mengajak para siswa menggunakan hak pilih dengan mempertimbangkan calon yang dinilai memiliki figur, kinerja dan kualitas yang baik. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk memahami proses demokrasi secara sehat, termasuk belajar menerima hasil pemilihan.

“Ini adalah sebuah proses. Semoga kegiatan hari ini menjadi momentum agar pemilihan-pemilihan di Indonesia dapat berjalan dengan baik dan lancar,” tuturnya.

“Untuk adik-adik semua, tetap semangat meraih cita-cita dengan ketekunan. Siapa pun yang terpilih harus kita hormati, apa pun hasilnya. Karya lebih unggul daripada gaya, prestasi lebih unggul daripada gengsi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Kudus Ahmad Amir Faisol mengatakan Pilketos Serentak dirancang sebagai ruang pembelajaran demokrasi bagi para siswa. Mekanisme pemilihan dibuat menyerupai sejumlah tahapan pemilu agar pelajar dapat memahami proses demokrasi secara langsung.

“Pilketos ini kami dorong sebagai ruang pembelajaran demokrasi bagi siswa. Mereka belajar bagaimana proses pemilihan dilaksanakan, mulai dari tahapan persiapan sampai pemungutan suara,” jelas Ahmad Amir Faisol.

KPU, lanjutnya, juga memberikan ruang bagi sekolah luar biasa untuk terlibat dalam Pilketos Serentak 2026. Dengan demikian, siswa SLB juga memperoleh pengalaman yang sama dalam mengenal proses demokrasi.

“Kami juga memberikan ruang kepada sekolah luar biasa agar seluruh siswa dapat memperoleh pengalaman dan pembelajaran yang sama dalam berdemokrasi,” katanya.

Ahmad Amir Faisol menambahkan, pembelajaran demokrasi yang diberikan tidak berhenti pada proses pencoblosan atau menentukan pilihan. Para siswa juga diperkenalkan dengan tahapan pemilihan mulai dari persiapan, pencalonan, kampanye hingga pemungutan suara.

Kepala SLB Negeri Purwosari Kudus Edi Sujito mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada sekolahnya untuk mengikuti Pilketos Serentak 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam mengenal proses memilih pemimpin.

“Kami sangat mengapresiasi adanya Pilketos Serentak dan kesempatan bagi SLB Negeri Purwosari untuk ikut serta. Ini menjadi pengalaman bagi anak-anak untuk belajar memilih, menyampaikan pilihan, dan menghargai proses demokrasi sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ungkap Edi.

Selain SLB Negeri Purwosari, Bupati Kudus juga melakukan monitoring Pilketos di SMK Negeri 1 Kudus dan MA Mu’allimat NU Kudus. Di SMK Negeri 1 Kudus terdapat lima calon Ketua OSIS, sedangkan MA Mu’allimat NU Kudus diikuti tujuh calon.

Pilketos Serentak 2026 sendiri diikuti 91 sekolah tingkat SLTA sederajat di Kabupaten Kudus. Dari hasil monitoring di tiga sekolah tersebut, seluruh rangkaian pemilihan berlangsung lancar.

Pelaksanaan Pilketos serentak tersebut sekaligus menjadi proyek percontohan pertama pelaksanaan pemilihan ketua OSIS secara serentak di Jawa Tengah. Keterlibatan SLB Negeri Purwosari menjadi bagian penting dari pelaksanaan tersebut karena siswa berkebutuhan khusus juga memperoleh kesempatan untuk merasakan langsung proses demokrasi di lingkungan sekolah. (Faza)