KUDUS, LINTASKUDUS.COM — Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 bakal menjadi panggung penting bagi tim pencak silat Kabupaten Kudus. Sebanyak sembilan atlet disiapkan untuk bertarung membawa nama Kudus, dengan target minimal satu medali emas dari nomor tanding putri.
Di tengah persiapan tersebut, sosok Anissa Octaviani menjadi salah satu atlet yang menarik perhatian. Atlet berusia 25 tahun itu akan tampil di nomor ganda putri sekaligus menjalani Porprov untuk ketiga kalinya.
Bagi Anissa, Porprov tahun ini memiliki arti berbeda. Ajang tersebut menjadi kesempatan terakhirnya tampil di Porprov sehingga ia ingin memberikan penampilan terbaik sekaligus menjadi penyemangat bagi atlet-atlet muda Kudus.
“Saya ingin merangkul adik-adik supaya tidak takut. Ini justru menjadi motivasi untuk kita,” ujar Anissa.
Perjalanan Anissa menuju Porprov 2026 tidak berlangsung singkat. Persiapan telah dimulai sejak mengikuti Porkab, kemudian berlanjut ke Pra-Porprov hingga akhirnya memastikan tiket untuk tampil di ajang olahraga tingkat Jawa Tengah tersebut.
“Mulai Januari 2026 kita sudah benar-benar latihan yang kencang,” katanya.
Sebagai atlet ganda putri, Anissa juga menghadapi tantangan dalam menyesuaikan jadwal latihan dengan pasangannya. Keterbatasan penggunaan gedung olahraga membuat mereka terkadang harus mencari lokasi alternatif untuk berlatih.
Kondisi tersebut cukup menjadi kendala karena pencak silat membutuhkan matras untuk mendukung latihan teknik dan gerakan secara optimal.
Selain persoalan tempat latihan, tim juga harus mengantisipasi risiko cedera. Berbagai program telah dijalankan, mulai dari try out, latihan tendangan hingga latihan beban.
Sementara itu, Pelatih Pencak Silat Kudus, Mas’ud, mengatakan persiapan tim kini memasuki tahap pemantapan. Fokus latihan mulai diarahkan pada peningkatan kecepatan dan pematangan teknik karena pertandingan semakin dekat.
“Persiapannya adalah memperbanyak kecepatan dan teknik karena sudah mendekati hari H,” ujar Mas’ud, Senin (15/9/2026).
Dari sembilan atlet yang dipersiapkan, delapan akan turun di nomor tanding dan satu atlet berlaga pada nomor seni. Sejumlah atlet putri akan memperkuat kelas A, B, C serta nomor ganda putri, sedangkan lainnya turun di nomor putra.
Mas’ud mengakui intensitas latihan tim saat ini baru sekitar 70 persen. Sebelumnya, sejumlah atlet harus mengikuti Popda Jawa Tengah sehingga latihan bersama sempat menyesuaikan agenda masing-masing atlet.
“Untuk ini baru 70 persen, belum maksimal. Kemarin ada Popda Jawa Tengah, jadi anak-anak latihan mandiri,” jelasnya.
Saat ini, latihan digelar lima kali dalam sepekan. Mayoritas latihan berlangsung di GOR Bung Karno Kudus. Latihan malam dilakukan setiap Selasa dan Kamis, sedangkan hari lainnya berlangsung pada sore hari.
Namun, penggunaan GOR secara bersamaan dengan cabang olahraga lain menjadi tantangan tersendiri. Fasilitas tersebut juga digunakan untuk futsal dan voli sehingga tim pencak silat terkadang harus berpindah mencari lokasi latihan.
Meski persiapan masih terus digenjot, Mas’ud tetap optimistis dengan peluang anak asuhnya. Ia menargetkan minimal satu emas, terutama dari nomor tanding putri.
Persaingan diprediksi tidak mudah. Hampir seluruh daerah di Jawa Tengah disebut telah melakukan pemusatan latihan sehingga kekuatan antarkontingen relatif merata.
“Semua silat itu hampir rata semua. Ketat sekali karena masing-masing daerah sudah disentralkan latihannya,” ungkapnya.
Pada Porprov Jateng 2023, pencak silat Kudus berhasil membawa pulang dua medali perak dan tiga medali perunggu. Seluruh capaian tersebut berasal dari nomor tanding.
Kini, target lebih tinggi kembali dipasang. Selain mengandalkan persiapan fisik dan teknik, tim pelatih memberikan perhatian besar terhadap kesiapan mental para atlet.
Menurut Mas’ud, mental menjadi faktor yang tidak kalah penting dibandingkan kemampuan teknik maupun fisik. Atlet yang kehilangan keberanian dan dikuasai rasa takut bisa kesulitan mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
“Yang utama adalah mental. Kalau mentalnya bagus, insyaallah kita bisa lolos. Kalau ketakutan, teknik dan fisik bisa hilang semuanya,” tegas Mas’ud.
Pengalaman Anissa menjadi salah satu modal penting untuk menghadapi tekanan pertandingan. Jam terbang dari berbagai kejuaraan membuatnya lebih terbiasa menghadapi atmosfer pertandingan dan mengendalikan rasa gugup.
Kini, tim pencak silat Kudus tinggal mematangkan persiapan sebelum memasuki arena Porprov Jateng 2026. Dengan sembilan atlet yang telah disiapkan, mereka berharap target emas tidak sekadar menjadi ambisi.
Mas’ud berpesan agar seluruh atlet tampil berani, percaya diri, dan tidak terbebani saat pertandingan.
“Harapannya anak-anak bisa main maksimal, tidak grogi, dan tampil tenanan. Yang paling penting mentalnya siap,” pungkasnya. (Faza)












