Tujuh Perenang Kudus Mulai Panaskan Mesin, Podium Porprov 2026 Jadi Incaran

Atlet renang Kabupaten Kudus jalani latihan rutin untuk persiapan bertanding pada ajang Porprov Jawa Tengah 2026. (Foto: Istimewa)

KUDUS, LINTASKUDUS.COM — Tujuh atlet renang Kabupaten Kudus mulai memanaskan persiapan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) 2026. Meski masih menghadapi keterbatasan fasilitas latihan, tim renang Kudus terus mengasah kemampuan untuk mengejar podium.

Tujuh atlet tersebut terdiri dari dua atlet putra dan lima atlet putri. Mereka akan turun di berbagai nomor sesuai spesialisasi masing-masing, mulai gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya ganti hingga nomor estafet.

Pelatih renang Kudus, Suprayitno, mengatakan persiapan terus dilakukan secara maksimal menjelang pelaksanaan Porprov.

“Untuk persiapan menjelang Porprov ini kita berusaha semaksimal mungkin,” ujar Suprayitno, Selasa (15/9/2026).

Komposisi tim renang Kudus terdiri dari atlet lokal dan atlet yang saat ini menjalani aktivitas perkuliahan di luar kota. Atlet yang berada di luar kota tetap menjalani latihan secara mandiri bersama klub masing-masing.

“Yang kita maksimalkan memang yang dalam kota, karena yang luar kota sudah mandiri di klub masing-masing,” jelasnya.

Suprayitno menyebut persiapan tim saat ini telah mencapai sekitar 85 persen. Memasuki tahap akhir, materi latihan mulai difokuskan pada peningkatan kecepatan dan power atlet.

“Kalau daya tahan sudah, tinggal speed. Speed-power utamanya,” katanya.

Untuk atlet yang berada di Kudus, latihan rutin dilaksanakan tiga kali dalam sepekan, yakni Rabu, Jumat dan Minggu sore. Program tersebut dilakukan dengan mengombinasikan latihan di kolam dan latihan fisik di darat.

Latihan fisik ditujukan untuk meningkatkan kekuatan, daya tahan, power serta kecepatan. Sementara latihan di kolam diarahkan untuk mempertajam teknik dan catatan waktu masing-masing atlet.

Dalam mengevaluasi perkembangan atlet, tim pelatih juga mengacu pada catatan waktu terbaik atau best time yang pernah dicapai dalam berbagai perlombaan.

“Setiap atlet punya spesialis sendiri-sendiri. Kita sudah punya best time, jadi kita mengacu pada waktu yang sudah dicapai di event-event sebelumnya,” terang Suprayitno.

Namun, persiapan menuju Porprov tidak sepenuhnya berjalan tanpa kendala. Kolam renang yang selama ini digunakan untuk latihan tengah menjalani renovasi sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Sebagai alternatif, tim renang Kudus memanfaatkan Waterpark Mulia Wisata di Desa Lau, Kecamatan Dawe, sebagai lokasi latihan.

Kondisi tersebut membuat pelatih harus menyesuaikan materi latihan dengan fasilitas yang tersedia. Meski demikian, program latihan tetap berjalan agar kondisi fisik dan kemampuan teknis atlet tetap terjaga hingga pertandingan.

Salah satu nomor yang menjadi perhatian adalah estafet putri. Nomor tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu peluang bagi Kudus untuk meraih medali.

Dua atlet putri yang saat ini berada di luar kota nantinya akan bergabung dengan lima atlet lainnya ketika Porprov berlangsung. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat komposisi tim estafet putri Kudus.

Persaingan di cabang olahraga renang diperkirakan berlangsung ketat. Suprayitno menyebut kekuatan antardaerah relatif merata, dengan Kota Semarang menjadi salah satu daerah yang perlu diwaspadai.

Meski begitu, Kudus tetap menargetkan peningkatan prestasi. Pada ajang sebelumnya, salah satu atlet Kudus berhasil meraih medali perunggu di nomor gaya bebas.

Kini, tim renang Kudus berharap capaian tersebut dapat meningkat pada Porprov Jateng 2026.

“Harapan kita sejatinya ada kenaikan,” kata Suprayitno.

Selain mengejar prestasi, keikutsertaan atlet lokal juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan regenerasi. Para atlet yang tampil di Porprov harus memenuhi limit waktu yang telah ditetapkan Pengurus Provinsi Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI).

“Jadi atletnya ditentukan dari provinsi berdasarkan evaluasi lomba-lomba sampai finishing. Mereka masuk limit waktu yang ditentukan provinsi,” jelasnya.

Suprayitno menilai pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet muda. Keikutsertaan di Porprov diharapkan dapat menambah jam terbang sekaligus menjadi bekal untuk menghadapi kejuaraan berikutnya.

“Kita ingin memberikan kesempatan kepada atlet-atlet lokal untuk berkembang dan mendapatkan pengalaman. Jadi kalau sekarang hasilnya belum maksimal atau kalah, tidak masalah, karena ini proses pembinaan. Yang penting mereka terus berlatih, punya pengalaman bertanding, dan ke depan prestasinya bisa meningkat secara bertahap,” pungkasnya. (Faza)