KUDUS, LINTASKUDUS.COM – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus terus mengintensifkan pemantauan kesehatan hewan selama musim kemarau. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya penyakit yang dapat mengganggu kesehatan dan produktivitas ternak.
Kepala Bidang Peternakan Dispertan Kudus, Arin Nikmah, mengatakan kondisi penyakit hewan di Kabupaten Kudus hingga saat ini masih relatif terkendali. Berdasarkan hasil pemantauan dan surveillance petugas di lapangan, belum ditemukan peningkatan kasus penyakit hewan yang signifikan.
“Untuk kasus penyakit hewan relatif aman dan tidak terlalu banyak,” ujar Arin, Sabtu (3/10/2026).
Salah satu penyakit yang menjadi perhatian Dispertan adalah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Arin menyebut hasil surveillance yang dilakukan petugas di lapangan menunjukkan kasus PMK di Kudus masih dalam kondisi terkendali.
“Untuk PMK juga hasil surveillance teman-teman di lapangan tidak terlalu banyak,” katanya.
Meski kondisi kesehatan hewan relatif aman, Dispertan tetap mengingatkan peternak agar meningkatkan perhatian terhadap kondisi ternaknya, terutama saat musim kemarau ketika suhu udara cenderung meningkat.
Cuaca panas dapat memengaruhi kondisi fisik hewan. Pada ternak unggas, misalnya, peningkatan suhu lingkungan dapat meningkatkan risiko dehidrasi karena kebutuhan air minum ikut bertambah.
Karena itu, peternak diminta memastikan ketersediaan air minum tetap mencukupi serta menyesuaikan pengelolaan kandang dengan kondisi cuaca.
“Kalau cuaca panas, yang perlu diperhatikan adalah air minum agar tidak terjadi dehidrasi,” jelas Arin.
Selain mencukupi kebutuhan air, peternak juga dapat memberikan vitamin untuk membantu menjaga stamina dan vitalitas ternak. Menurut Arin, perhatian terhadap kondisi ternak saat cuaca panas pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan upaya manusia dalam menjaga kondisi tubuh.
“Lebih ke menjaga stamina dan vitalitas, salah satunya dengan pemberian vitamin,” ungkapnya.
Khusus pada peternakan unggas, pengaturan suhu kandang juga menjadi faktor penting. Jika suhu meningkat, peternak dapat melakukan penyesuaian sistem ventilasi maupun menggunakan peralatan pendukung seperti blower.
Arin menegaskan, selama standar operasional prosedur (SOP) budidaya dijalankan dengan baik, peningkatan suhu masih dapat diantisipasi.
“Sepanjang SOP budidayanya terjaga, kenaikan suhu masih bisa diantisipasi,” terangnya.
Selain pemantauan kesehatan dan pemberian vitamin, Dispertan Kudus juga terus mendorong pelaksanaan vaksinasi pada unggas. Vaksinasi dilakukan sebagai salah satu langkah pencegahan untuk meningkatkan perlindungan ternak terhadap penyakit.
Pengawasan di lapangan juga tetap dilakukan secara berkala oleh petugas. Surveillance bertujuan memantau perkembangan kondisi kesehatan hewan sekaligus mendeteksi lebih awal apabila terdapat indikasi penyakit.
Dengan pemantauan secara berkelanjutan, potensi penyebaran penyakit diharapkan dapat diketahui sedini mungkin sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan.
Arin menegaskan, kondisi kesehatan hewan di Kabupaten Kudus saat ini masih relatif aman.
Meski demikian, peternak diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan menjaga tata kelola budidaya selama musim kemarau.
“Yang penting pemantauan tetap dilakukan dan peternak menjaga kondisi ternaknya,” pungkas Arin.












