Mahasiswa UMK Kolaborasi dengan Yayasan Jalma Sehat Dampingi Penderita Skizofrenia

Yayasan Jalma Sehat Desa Bulung Kulon, Jekulo, Kudus. (Foto: istimewa)

KUDUS, LINTASKUDUS.COM – Kepedulian terhadap kesehatan jiwa menjadi salah satu fokus pengabdian mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK). Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) tahun 2026, tim mahasiswa UMK menggandeng Yayasan Jalma Sehat di Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program bertajuk “Pendampingan Holistik Sosial dan Emosional Penderita Skizofrenia Berbasis Filosofi Sunan Kudus di Yayasan Jalma Sehat.”

Yayasan Jalma Sehat merupakan lembaga yang bergerak dalam rehabilitasi dan pendampingan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Melalui berbagai kegiatan, yayasan memberikan pendampingan kepada para penerima manfaat dalam menjalani proses pemulihan serta meningkatkan kemampuan mereka untuk berinteraksi dan menjalani aktivitas sehari-hari.

Tim PKM-PM UMK memandang proses pemulihan penderita gangguan jiwa membutuhkan dukungan dari berbagai aspek. Tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan, tetapi juga dukungan sosial, emosional, dan lingkungan sekitar.

Atas dasar itu, mahasiswa UMK memilih menghadirkan program pendampingan dengan pendekatan holistik yang menitikberatkan pada aspek sosial dan emosional para penderita skizofrenia.

Dalam pelaksanaannya, program tersebut juga akan mengangkat nilai-nilai yang terkandung dalam filosofi Sunan Kudus. Nilai kepedulian, toleransi, kebersamaan, dan penghargaan terhadap sesama diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pendampingan.

Pendekatan berbasis kearifan lokal tersebut diharapkan mampu membangun suasana yang positif dan mendukung interaksi sosial para penerima manfaat.

Yayasan Jalma Sehat dinilai menjadi mitra yang tepat bagi pelaksanaan program PKM-PM UMK. Selain menjadi tempat pelaksanaan kegiatan pengabdian, mahasiswa juga dapat belajar secara langsung mengenai proses pendampingan dan dinamika sosial yang dialami para penerima manfaat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan program yang telah dirancang. Mereka juga diharapkan mampu memahami kebutuhan, kondisi, serta potensi yang dimiliki setiap individu.

Kolaborasi antara tim mahasiswa, dosen pembimbing, dan Yayasan Jalma Sehat diharapkan dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak.

Bagi para penerima manfaat, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang pendampingan sosial dan emosional. Sementara bagi mahasiswa, program tersebut menjadi pengalaman berharga dalam menumbuhkan kepedulian sosial serta kemampuan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Bagi tim PKM-PM UMK, Yayasan Jalma Sehat bukan sekadar lokasi pelaksanaan program. Lebih dari itu, tempat tersebut menjadi ruang pembelajaran tentang pentingnya melihat setiap individu sebagai pribadi yang memiliki nilai, potensi, dan kesempatan untuk berkembang.

Dengan semangat “Berkolaborasi dalam Keberagaman, Mengabdi untuk Kemanusiaan,” tim PKM-PM UMK berharap kerja sama dengan Yayasan Jalma Sehat dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Melalui program ini, mahasiswa UMK ingin menghadirkan pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga memperkuat nilai kepedulian, kebersamaan, dan kemanusiaan di tengah masyarakat. (Faza)