KUDUS, LINTASKUDUS.COM – Tim sepak bola Kabupaten Kudus mulai memasuki tahap akhir persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Sebagai juara bertahan, skuad Kudus kini mematok target mempertahankan medali emas.
Manajer Tim Sepak Bola Porprov Kudus, Ade Roni Saputra, mengatakan persiapan tim yang telah berjalan sekitar tiga hingga empat bulan kini sudah mencapai 70 sampai 80 persen.
Proses pembentukan tim dimulai dari seleksi pemain hingga terbentuknya skuad yang saat ini berjumlah 28 orang.
“Persiapan sudah berjalan sekitar tiga sampai empat bulan, mulai dari seleksi sampai terbentuknya tim,” ujar Ade, Rabu (9/9/2026).
Dari total 28 pemain, sebanyak 23 pemain didaftarkan sesuai kuota yang ditentukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Sementara lima pemain lainnya berstatus pemain magang yang disiapkan sebagai pelapis.
Skuad tersebut diperkuat tiga penjaga gawang. Para pemain rata-rata berusia 19 tahun sesuai regulasi cabang olahraga sepak bola pada Porprov Jateng 2026.
Menariknya, mayoritas pemain yang memperkuat Kudus telah memiliki pengalaman di kompetisi. Beberapa di antaranya pernah memperkuat EPA Persiku U-20.
Hampir seluruh pemain juga merupakan jebolan kompetisi Liga PSSI Kudus atau yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama Liga Sukun League.
Untuk menjaga kondisi fisik dan meningkatkan kekompakan tim, latihan rutin dilakukan empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu.
Latihan Selasa dan Kamis dipusatkan di Lapangan Tanjung. Sedangkan latihan pada Senin dan Sabtu digelar di Lapangan Ngembalrejo. Porsi latihan fisik secara rutin diberikan setiap Sabtu pagi.
Selain latihan rutin, tim juga telah menjalani sejumlah pertandingan uji coba. Salah satunya menghadapi tim senior Persiku Kudus.
Dalam pertandingan tersebut, Tim Porprov Kudus harus mengakui keunggulan Persiku senior dengan skor 0-3. Meski demikian, hasil laga itu menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sejumlah kekurangan.
Ade mengungkapkan, salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian adalah penyelesaian akhir.
“Secara permainan sudah cukup, tetapi finishing masih kurang,” katanya.
Tim juga belum sepenuhnya bisa berlatih dengan kekuatan lengkap. Sejumlah pemain masih mengikuti berbagai agenda, mulai dari seleksi, trial, pemanggilan klub Liga 2 hingga seleksi Elite Pro Academy atau EPA.
Karena itu, keberadaan lima pemain magang dinilai penting untuk mengantisipasi jika pemain utama mengalami cedera atau berhalangan memperkuat tim.
Pada Porprov Jateng 2026, cabang sepak bola akan diikuti delapan kabupaten dan kota. Kudus akan bersaing dengan Banyumas, Pemalang, Kendal, Demak, Kabupaten Semarang, Kota Surakarta, dan Karanganyar.
Meski datang dengan status juara bertahan, Ade tidak ingin timnya meremehkan kekuatan lawan.
Menurut dia, kekuatan sepak bola antardaerah saat ini semakin merata sehingga semua peserta harus diwaspadai.
“Kami mewaspadai semua tim karena kekuatannya sudah cukup merata,” ujarnya.
Kudus sendiri membawa misi mempertahankan medali emas yang diraih pada Porprov sebelumnya. Namun, status juara bertahan diharapkan tidak menjadi beban psikologis bagi para pemain.
“Status juara bertahan kami jadikan motivasi, bukan beban,” tegas Ade.
Di sisi lain, manajemen tim berharap perhatian terhadap pembinaan olahraga di Kabupaten Kudus terus ditingkatkan. Dukungan anggaran dan ketersediaan sarana olahraga dinilai penting untuk mendukung prestasi atlet.
Ade menyebut ketersediaan lapangan latihan yang memadai masih menjadi salah satu kendala. Terlebih, Stadion Wergu Wetan saat ini sedang dalam proses pembangunan.
“Harapannya olahraga lebih diperhatikan, terutama karena kami terkendala lapangan latihan yang memadai,” pungkasnya. (Faza)












