KUDUS, LINTASKUDUS.COM – Satu nama kini menjadi tumpuan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Kickboxing Indonesia (KBI) Kudus untuk memburu medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 di Semarang Raya.
Adalah Safriyanto alias Pipik, atlet yang akan menjadi satu-satunya wakil KBI Kudus di ajang tersebut. Ia dipersiapkan turun pada kelas Lowkick 60 kilogram putra.
Ketua Pengkab KBI Kudus, Blegooh Alun Sadayu, menyatakan kondisi atletnya telah siap menghadapi pertandingan. Persiapan dilakukan secara terukur dengan memaksimalkan waktu latihan yang tersedia.
“Sudah sangat siap,” ujar Alun, Jumat (4/9/2026).
Pemusatan latihan Pipik berlangsung di GOR Djarum Arena setiap Rabu, Jumat dan Sabtu. Sementara di luar jadwal tersebut, latihan tambahan dilakukan di camp Pasuruan Lor.
Menurut Alun, tiket Porprov diperoleh Pipik setelah melewati proses penjaringan dalam latihan dan mengikuti tahapan Pra-Porprov. Proses tersebut menjadi bagian dari seleksi untuk menentukan atlet yang dinilai paling siap tampil di ajang tingkat provinsi.
Persiapan kemudian diarahkan pada aspek teknis pertandingan. Salah satu fokus utama adalah bagaimana Pipik mampu menghasilkan poin melalui teknik yang tepat dan bersih.
“Lebih menekankan pada teknik pengambilan point di pertandingan. Karena kickboxing cabor olahraga yang menerapkan teknik clean dalam penilaiannya. Tidak sembarangan,” ungkap Alun.
Selain latihan rutin, Pipik juga memperbanyak pengalaman dengan berlatih di sejumlah camp di Kudus, Pati dan wilayah sekitar. Ia bahkan menjalani latihan lintas cabang olahraga untuk mendukung kesiapan fisik dan kemampuan bertanding.
Performa Pipik sebelumnya juga menunjukkan hasil positif. Ia berhasil meraih medali emas dalam ajang Kudus Wani Tanding (KWT) X Shaduk Jotosh yang berlangsung di GOR Kudus bulan lalu.
Pada event tersebut, Pipik juga berhadapan dengan atlet Porprov asal Kabupaten Jepara. Pertandingan tersebut berhasil dimenangkannya, menjadi salah satu catatan positif sebelum memasuki persaingan Porprov 2026.
Kendati demikian, persiapan Pipik sempat terganggu persoalan cedera. Tidak hanya atlet, pelatih juga mengalami cedera dalam beberapa pekan terakhir. Beruntung, kondisi tersebut kini telah teratasi.
KBI Kudus selanjutnya tinggal menjaga konsistensi latihan dan kondisi fisik Pipik hingga waktu pertandingan. Dengan hanya satu atlet yang turun, target yang dibebankan juga jelas.
Pengkab KBI Kudus menargetkan satu medali emas dari satu atlet. Pipik diharapkan mampu membuktikan diri di kelas Lowkick 60 kilogram putra sekaligus membawa pulang hasil terbaik untuk Kabupaten Kudus.
“Target kami satu atlet satu emas. Semoga Pipik bisa memberikan yang terbaik dan membawa pulang emas untuk Kudus,” kata Alun. (joel)












