KUDUS, Lintaskudus.com – Kebakaran yang bermula dari rumpun bambu menghanguskan gudang kertas milik Sugiri (52) di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Rabu (9/9/2026) dini hari.
Kobaran api yang cukup besar membuat warga panik. Rumpun bambu yang terbakar kemudian roboh dan mengenai bangunan gudang, sehingga api dengan cepat menjalar dan melalap isi bangunan.
Kapolsek Jati AKP Subkhan mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu, salah seorang warga bernama Sunarto sedang tidur.
“Tiba-tiba saksi mendengar orang berteriak ada kebakaran. Saat keluar rumah, saksi melihat rumpun pohon bambu yang berada di samping gudang kertas sudah terbakar dengan api cukup besar,” ujar AKP Subkhan.
Sunarto kemudian menghubungi warga lainnya, Muhtadi dan Wagiran. Bersama warga sekitar, mereka berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena kobaran api terus membesar.
“Warga sudah berusaha melakukan pemadaman, tetapi api tidak bisa dipadamkan. Kemudian rumpun bambu yang terbakar roboh ke arah gudang dan api menjalar hingga membakar bangunan,” jelasnya.
Sekitar pukul 03.00 WIB, warga menghubungi petugas pemadam kebakaran. Sejumlah armada dari BPBD Kudus, Satpol PP, Polres Kudus, serta perusahaan swasta dikerahkan ke lokasi.
Armada bantuan dari PT Djarum, PT Nojorono, dan PT Pura turut membantu proses pemadaman. Petugas berjibaku melawan kobaran api hingga akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.45 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, pemilik gudang mengalami kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp300 juta.
Sejumlah aset ikut terbakar, di antaranya dua bangunan, termasuk satu bangunan rumah, kertas afal, barang-barang rongsok, serta satu unit Mitsubishi Colt Diesel tahun 1995 bernomor polisi K 9524 SK.
“Tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian material diperkirakan sekitar Rp300 juta,” ungkap AKP Subkhan.
Usai kebakaran, jajaran Polsek Jati mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Polisi mengamankan tempat kejadian perkara, mencatat keterangan para saksi dan melakukan pendataan.
“Petugas masih melakukan penanganan dan pendalaman terkait peristiwa kebakaran tersebut,” pungkasnya. (Faza)






