KUDUS, Lintaskudus.com – Ketika sebagian orang memilih beristirahat setelah seharian bekerja, delapan atlet Gateball Kabupaten Kudus justru kembali berkeringat di lapangan. Mereka harus membagi waktu antara pekerjaan dan latihan demi mengejar target dua medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Seluruh atlet yang dipersiapkan memperkuat kontingen Kudus diketahui merupakan pekerja. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim dalam menjalani persiapan menuju ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Meski demikian, kesibukan pekerjaan tak menyurutkan semangat para atlet. Usai menyelesaikan aktivitas masing-masing, mereka tetap berusaha mengikuti program latihan yang telah disusun tim pelatih.
Pelatih Gateball Kudus, Wahyudi Purnomo, mengatakan pembagian waktu menjadi salah satu tantangan dalam persiapan tim. Namun, komitmen para atlet untuk tampil maksimal di Porprov tetap terjaga.
“Semua atlet kami merupakan pekerja. Jadi memang harus membagi waktu antara pekerjaan dan latihan,” ujar Wahyudi, Senin (7/9/2026).
Latihan dilakukan hampir setiap hari menyesuaikan waktu para atlet. Sementara itu, Sabtu dimanfaatkan sebagai waktu latihan penuh dan Minggu digunakan untuk beristirahat.
Tim Gateball Kudus sendiri telah menjalani pemusatan latihan atau training center (TC) sejak Mei 2026. Setelah beberapa bulan menjalani program persiapan, kini tim mulai memasuki fase akhir.
Pada tahap awal, latihan lebih banyak difokuskan untuk meningkatkan kondisi fisik dan kemampuan dasar atlet. Namun, seiring semakin dekatnya Porprov Jateng 2026, materi latihan kini mulai diarahkan pada permainan, strategi, dan taktik.
“Awalnya kami banyak fokus fisik dan skill. Sekarang lebih ke game, permainan, dan taktikal,” jelasnya.
Menurut Wahyudi, kesiapan tim saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Dengan waktu sekitar satu setengah bulan sebelum pelaksanaan Porprov, tim akan memanfaatkan waktu yang tersisa untuk melakukan pemantapan.
“Sudah hampir 80 persen. Sekarang tinggal pemantapan dan finishing,” katanya.
Pada Porprov Jateng 2026, Kabupaten Kudus akan mengandalkan delapan atlet yang terdiri atas tujuh atlet putra dan satu atlet putri.
Delapan atlet tersebut akan diturunkan pada lima nomor pertandingan, yakni single putra, ganda putra, triple putra, ganda campuran, dan beregu putra.
Kudus sebelumnya telah melewati tahapan kualifikasi untuk memastikan tiket menuju Porprov. Dari delapan nomor pertandingan yang dapat diikuti, tim Gateball Kudus berhasil lolos pada lima nomor.
Dari lima nomor tersebut, dua nomor menjadi tumpuan utama untuk mendulang medali emas.
“Target kami dua emas, dari ganda putra dan beregu putra. Kalau bisa lebih, tentu alhamdulillah,” ungkap Wahyudi.
Namun, perjuangan untuk merealisasikan target tersebut dipastikan tidak mudah. Persaingan antardaerah pada Porprov mendatang dinilai cukup ketat.
Wahyudi menyebut sejumlah daerah memiliki kekuatan yang patut diperhitungkan. Di antaranya adalah Cilacap dan Banyumas.
Selain mengasah kemampuan teknis dan strategi, tim Gateball Kudus juga melakukan latihan di sejumlah lokasi berbeda. Hal itu dilakukan agar para atlet tidak hanya terbiasa dengan satu karakteristik lapangan.
Menurut Wahyudi, kondisi lapangan gateball di setiap lokasi bisa berbeda, terutama dari sisi kontur maupun struktur permukaan.
“Kadang kami latihan di beberapa lapangan supaya atlet terbiasa dengan kondisi yang berbeda,” tuturnya.
Beberapa lokasi yang pernah digunakan sebagai tempat latihan antara lain Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus dan Lapangan Tanjung.
Latihan di berbagai lapangan tersebut menjadi bagian dari strategi tim untuk membiasakan atlet beradaptasi dengan kondisi arena pertandingan.
“Kami sesuaikan dengan perkiraan kondisi lapangan saat kejuaraan supaya atlet tidak kaget,” imbuhnya.
Di tengah persiapan menuju Porprov, Gateball Kudus juga mulai memikirkan masa depan cabang olahraga tersebut. Regenerasi atlet menjadi perhatian penting agar prestasi tidak berhenti pada generasi saat ini.
Gateball di Kabupaten Kudus telah berkembang sejak sekitar 2011-2012. Pembinaan tidak hanya dilakukan terhadap atlet dewasa, tetapi juga mulai menyasar kalangan pelajar.
Saat seluruh kelompok berkumpul, jumlah atlet binaan Gateball Kudus dapat mencapai sekitar 30 orang. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP hingga SMA.
Menurut Wahyudi, pembinaan atlet muda menjadi penting karena atlet yang saat ini memperkuat tim prestasi memiliki batas usia dalam mengikuti pertandingan.
Dalam cabang olahraga gateball, atlet prestasi memiliki batas usia maksimal 50 tahun.
Karena itu, keberadaan atlet muda diharapkan mampu menjadi penerus dan menjaga keberlangsungan prestasi Gateball Kudus di masa mendatang.
“Harapan kami Gateball Kudus semakin maju dan regenerasinya terus tumbuh,” pungkasnya.






