Dari Posisi Keempat ke Emas, Voli Indoor Kudus Siapkan Kejutan di Porprov 2026

Pelatih voli indoor Kudus, Zahrul Anam, menyebut saat ini ada 14 atlet yang disiapkan untuk berlaga di Porprov Jateng 2026. (Foto: Devy)

LINTASKUDUS.COM, KUDUS – Target tinggi dipasang tim bola voli indoor Kabupaten Kudus menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Setelah hanya mampu menempati posisi keempat pada Porprov sebelumnya, skuad Kudus kini bertekad memperbaiki pencapaian dengan memburu medali emas.

Persiapan pun terus dimatangkan. Salah satu strategi yang disiapkan adalah menggabungkan atlet senior dengan pemain junior. Perpaduan tersebut diharapkan membuat kekuatan tim lebih komplet, baik dari sisi pengalaman maupun stamina.

Pelatih voli indoor Kudus, Zahrul Anam, menyebut saat ini ada 14 atlet yang disiapkan untuk berlaga di Porprov Jateng 2026.

Ke-14 pemain tersebut terdiri atas dua libero, dua tosser, enam open spike, dan empat middle blocker.

“Bervariasi, banyak yang masih junior kita padukan dengan senior. Yang paling tua kelahiran 2003, yang termuda kelahiran 2010,” ujar Zahrul, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, keberadaan pemain senior diharapkan dapat menjadi panutan sekaligus memberikan pengalaman kepada atlet-atlet muda. Sebaliknya, pemain junior diharapkan mampu menghadirkan energi serta semangat tambahan ketika pertandingan berlangsung.

Dari total 14 atlet tersebut, sekitar 30 persen sudah pernah tampil di Porprov empat tahun lalu. Pengalaman itu menjadi modal berharga karena mereka telah mengetahui atmosfer dan tekanan kompetisi tingkat Jawa Tengah.

“Ada sekitar 30 persen yang sudah ikut Porprov empat tahun yang lalu,” katanya.

Meski persiapan telah berjalan, tim voli indoor Kudus belum menjalani Training Center (TC) secara penuh. Beberapa pemain masih berada di luar kota untuk menjalani perkuliahan.

Zahrul berharap seluruh atlet dapat berkumpul di Kudus sekitar satu bulan sebelum Porprov digelar. Setelah itu, intensitas latihan akan ditingkatkan untuk mematangkan persiapan menghadapi pertandingan.

Saat ini, latihan dilaksanakan tiga hingga empat kali dalam sepekan. Waktu latihan masih dilakukan pada sore hari.

Ketika memasuki masa TC, pola latihan bakal berubah menjadi dua sesi, yakni pagi dan sore.

“Kalau sekarang latihan tiga sampai empat kali dalam satu minggu. Masih sore. Nanti ketika TC sudah mulai, latihan pagi dan sore,” jelasnya.

Program latihan juga dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan teknik. Kondisi fisik pemain menjadi salah satu fokus utama agar mampu tampil maksimal sepanjang pertandingan.

Materi latihan meliputi adaptasi anatomi, latihan beban, endurance atau daya tahan, serta kelincahan. Selanjutnya, program tersebut dipadukan dengan latihan teknik dasar bola voli.

“Setiap latihan sudah terjadwal. Ada adaptasi anatomi, beban, endurance atau daya tahan, dan kelincahan. Nanti perpaduannya dengan teknik dasar,” terang Zahrul.

Hingga awal September 2026, kesiapan tim disebut telah mencapai sekitar 60 persen. Tim pelatih masih memiliki waktu untuk meningkatkan kemampuan fisik, teknik, serta kekompakan para pemain.

Evaluasi dari Porprov sebelumnya menjadi salah satu dasar dalam menyusun persiapan kali ini. Finis di peringkat keempat membuat tim tidak ingin kembali mengulang hasil tersebut.

Target emas pun menjadi sasaran utama.

“Untuk Porprov tahun ini kita ditargetkan untuk emas,” tegas Zahrul.

Perjalanan menuju podium tertinggi tentu tidak mudah. Kudus sudah mengidentifikasi sejumlah daerah yang diprediksi menjadi pesaing kuat.

Salah satunya adalah Semarang. Menurut Zahrul, kekuatan tim tersebut patut diwaspadai karena diperkuat banyak pemain yang berasal dari klub-klub pusat.

“Untuk Semarang adalah pemain yang kebanyakan dari klub-klub pusat,” ujarnya.

Selain Semarang, Purwodadi juga menjadi salah satu tim yang diperhitungkan dalam persaingan.

Untuk menghadapi lawan-lawan tersebut, persiapan mental turut menjadi perhatian. Para pemain dituntut memiliki disiplin serta tanggung jawab tinggi dalam menjalankan seluruh program latihan.

Zahrul menekankan setiap atlet harus serius dan fokus dalam setiap sesi latihan agar perkembangan kemampuan mereka dapat terus meningkat.

“Kita tanamkan disiplin dan tanggung jawab. Setiap latihan harus fokus supaya lebih meningkat dan lebih berkualitas,” pungkasnya. (Joel)