KUDUS, LINTASKUDUS.COM – Pengalaman dua kali menembus semifinal tanpa membawa pulang medali membuat tim softball putra Kabupaten Kudus tak ingin mengulang cerita yang sama. Menatap Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026, skuad muda Kudus kini memasang target menembus tiga besar.
Persiapan menuju ajang tersebut terus digeber. Salah satu aspek yang mendapat perhatian serius adalah kondisi fisik, khususnya daya tahan atlet agar mampu menjaga performa dan konsentrasi sepanjang pertandingan.
Pelatih softball Kudus, Abdun Nadhif, menyebut persiapan tim saat ini telah mencapai sekitar 70 persen.
“Memang kita mengejar daya tahan. Kalau daya tahan kita sudah hilang, fokusnya langsung buyar semuanya,” kata Nadhif, Selasa (1/9/2026).
Sebanyak 14 atlet dipersiapkan untuk memperkuat tim putra Kudus. Mereka akan didampingi tiga official selama mengikuti pertandingan Porprov Jateng 2026.
Komposisi tim kali ini didominasi pemain muda. Atlet termuda masih berstatus siswa kelas 10 SMA, sedangkan pemain paling senior berusia 21 tahun. Dari 14 atlet yang disiapkan, hanya dua pemain yang sebelumnya pernah tampil dalam ajang Porprov.
Minimnya pengalaman tersebut coba diimbangi dengan intensitas latihan dan pertandingan uji coba. Latihan rutin digelar di SMA 1 Kudus dan lapangan Desa Karangmalang. Tim juga mengadakan game day dengan menghadapi atlet yang sebelumnya pernah berlaga di Porprov.
Namun, pembinaan softball Kudus masih menghadapi persoalan fasilitas. Kabupaten Kudus hingga kini belum memiliki lapangan khusus softball atau baseball yang dapat digunakan sebagai pusat latihan.
“Kita belum punya basecamp lapangan khusus softball/baseball. Untuk sementara kita memakai lapangan sepak bola,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, sektor pitcher menjadi salah satu posisi yang terus diperkuat. Menurut Nadhif, keberadaan pitcher berkualitas dapat menjadi pembeda dalam sebuah pertandingan.
“Kalau tim mempunyai pitcher yang bagus, kemungkinan besar dia yang akan menjadi rajanya,” jelasnya.
Persaingan menuju podium Porprov Jateng 2026 juga diprediksi berlangsung ketat. Dari sekitar delapan hingga sembilan tim yang mengikuti babak prakualifikasi, hanya lima tim yang berhasil lolos ke ajang utama.
Kota Semarang dan Surakarta menjadi dua daerah yang mendapat perhatian khusus. Keduanya dinilai memiliki pembinaan kuat karena turut ditopang keberadaan perguruan tinggi serta unit kegiatan mahasiswa (UKM).
Bagi softball Kudus, Porprov 2026 menjadi momentum untuk memperbaiki catatan sebelumnya. Sejak Pengkab softball Kudus berdiri pada 2018, tim telah tiga kali mengikuti Porprov.
Dalam dua edisi terakhir, Kudus mampu mencapai semifinal. Namun, langkah mereka selalu terhenti sebelum podium karena gagal mengamankan medali perunggu.
Kini, skuad muda Kudus berusaha mengubah catatan tersebut. Target tiga besar dipasang sebagai sasaran utama sekaligus upaya mengakhiri paceklik medali.
“Kita berusaha semaksimal mungkin, semoga minimal kita bisa mendapatkan medali perunggu,” pungkas Nadhif. (Joel)

