KUDUS, LINTASKUDUS.COM – GOR Djarum Jati, Kudus, menyimpan cerita panjang perjalanan Kevin Sanjaya. Dua puluh tahun lalu, ia datang ke tempat tersebut sebagai seorang anak yang mengikuti Audisi Umum PB Djarum dengan membawa mimpi menjadi pebulutangkis hebat.
Kini, perjalanan hidup Kevin seolah berputar. Ia kembali ke Kudus bukan lagi sebagai peserta yang berjuang melewati seleksi, melainkan sebagai anggota Tim Pencari Bakat PB Djarum yang bertugas mengamati bibit-bibit potensial calon penerus prestasi bulutangkis Indonesia.
Kehadiran Kevin dalam Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus pun menjadi perhatian tersendiri bagi para peserta. Di tengah ribuan pebulutangkis muda yang datang dari berbagai daerah, sosok Kevin menjadi bukti bahwa perjalanan seorang atlet besar juga dimulai dari proses panjang.
Peraih dua gelar juara All England tersebut mengaku kembali berada di GOR Jati membuatnya bernostalgia dengan masa awal perjuangannya.
Ia mengenang saat pertama kali mengikuti Audisi Umum PB Djarum pada 2006. Saat itu, Kevin berada dalam posisi yang sama seperti ribuan anak yang kini berlaga di lapangan GOR Jati.
“Saya hadir di GOR Jati membuat saya bernostalgia semasa pertama kali mengikuti Audisi Umum PB Djarum di tahun 2006 lalu. Saya senang melihat perjuangan adik-adik yang begitu gigih,” ujar Kevin.
Menurut Kevin, perjalanan untuk menjadi seorang atlet tidak bisa dilepaskan dari motivasi dan mentalitas. Kemampuan teknik memang penting, tetapi seorang pebulutangkis juga harus memiliki keberanian, semangat pantang menyerah serta kesiapan menghadapi berbagai hasil pertandingan.
Ia menilai mentalitas bertanding menjadi salah satu modal utama bagi atlet muda untuk berkembang.
“Menurut saya, mentalitas bertanding dan siap akan hasil apa pun di lapangan menjadi poin penting untuk menjadi pebulutangkis handal. Jadi antara keinginan untuk menang dan rasa takut kalah itu harus seimbang,” katanya.
Pesan tersebut disampaikan Kevin di tengah berlangsungnya Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus yang diikuti 1.601 peserta dari berbagai penjuru Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua.
Ribuan peserta muda itu mengikuti seleksi untuk kategori U-11, KU-11 dan KU-12, baik putra maupun putri. Mereka datang dengan harapan mendapatkan kesempatan meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis dan bergabung dalam pembinaan PB Djarum.
Bagi Kevin, antusiasme para peserta menjadi kabar baik bagi masa depan bulutangkis nasional. Ia melihat semangat besar dari generasi muda yang ingin berlatih dan berjuang untuk meraih prestasi.
“Melihat antusiasme yang luar biasa dari adik-adik di audisi kali ini, saya rasa ini merupakan angin segar bagi regenerasi bulutangkis kita karena merekalah calon-calon pahlawan olahraga untuk Indonesia di masa depan,” ungkapnya.
Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus berlangsung pada 9 hingga 13 September 2026. Setelah melewati tahap screening, para peserta akan melanjutkan perjuangan pada fase turnamen untuk memperebutkan Super Tiket menuju tahap karantina.
Namun, mendapatkan Super Tiket bukanlah akhir dari perjuangan. Peserta terpilih masih harus menjalani karantina selama empat minggu di asrama PB Djarum dan kembali menjalani penilaian sebelum berpeluang menjadi atlet binaan.
Bagi Kevin Sanjaya, perjalanan dari peserta audisi hingga menjadi bagian dari Tim Pencari Bakat menjadi sebuah kisah tentang proses dan ketekunan.
Dua puluh tahun setelah pertama kali mengejar mimpi di GOR Jati, Kevin kini kembali ke tempat yang sama untuk melihat anak-anak lain memulai perjalanan mereka.
Siapa tahu, di antara ribuan peserta yang kini sedang memegang raket dan bertanding di lapangan GOR Jati, ada calon juara dunia berikutnya yang suatu hari akan mengharumkan nama Indonesia di panggung bulutangkis internasional. (Faza)






