Static HUB #PuntungBeruntung Hadir di Kudus, Ruang Kreatif untuk Belajar Pasca Konsumsi

Static HUB #PuntungBeruntung hadir di FIBO Coffee & Roastery, Kudus, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan produk pasca konsumsi melalui pendekatan kreatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. (Foto: Istimewa)

KUDUS, LINTASKUDUS.COM – Masyarakat Kudus kini memiliki ruang baru untuk mengenal dan mengeksplorasi berbagai gagasan kreatif terkait produk pasca konsumsi. Bertajuk Static HUB #PuntungBeruntung, ruang edukasi tersebut hadir di FIBO Coffee & Roastery, Kudus.

Kehadiran Static HUB menjadi bagian dari perjalanan #PuntungBeruntung yang sejak 2023 mendorong masyarakat untuk membangun kesadaran terhadap tanggung jawab produk pasca konsumsi.

Ruang ini dirancang sebagai wadah edukasi sekaligus tempat bertemunya berbagai ide dan kolaborasi. Melalui pendekatan kreatif dan partisipatif, masyarakat diajak melihat produk pasca konsumsi dari perspektif yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Static HUB dikembangkan melalui kolaborasi #PuntungBeruntung bersama KICKYOURBUTT Project (KYB). Keberadaannya diharapkan dapat menjadi ruang yang terus hidup melalui beragam aktivitas serta keterlibatan komunitas, khususnya kalangan muda dan pelaku kreatif.

Project Manager KICKYOURBUTT Project, Arya Adhi, mengatakan Static HUB disiapkan sebagai titik temu bagi berbagai gagasan yang dapat berkembang melalui kolaborasi.

“Static HUB hadir sebagai titik temu bagi berbagai ide dan kolaborasi. Di sini, masyarakat dapat melihat berbagai kemungkinan dan pencapaian dari pengolahan produk pasca konsumsi. Kami berharap Static HUB dapat terus berkembang bersama komunitas dan melahirkan semakin banyak inisiatif positif,” ujar Arya.

Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan ruang tersebut untuk mengenal berbagai kemungkinan yang dapat muncul dari pengolahan produk pasca konsumsi.

Sementara itu, CSR Department Head PT Nojorono Tobacco International, Dimas Handoko, menyampaikan bahwa Static HUB merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat budaya masyarakat yang memiliki kesadaran terhadap pengelolaan produk pasca konsumsi.

Ia menilai perubahan perilaku membutuhkan waktu, konsistensi, serta keterlibatan langsung dari berbagai elemen masyarakat.

“Perubahan perilaku tidak dapat dibangun dalam semalam. Dibutuhkan konsistensi serta dukungan masyarakat untuk terlibat secara langsung. Melalui Static HUB, kami ingin memperkuat #PuntungBeruntung dalam menghadirkan edukasi yang lebih dekat dengan publik sekaligus membangun ekosistem kolaboratif yang mendorong kesadaran terhadap pasca konsumsi,” kata Dimas.

Menurut Dimas, Static HUB diharapkan dapat menjadi titik temu berbagai gagasan dan inisiatif yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial.

Lebih jauh, #PuntungBeruntung ingin terus berkembang tidak hanya dalam membangun awareness atau kesadaran masyarakat, tetapi juga menciptakan ruang kolaborasi yang dapat tumbuh bersama berbagai pihak.

“Kami ingin #PuntungBeruntung terus berkembang sebagai platform yang relevan dan mampu menciptakan nilai bersama. Kehadiran Static HUB merupakan salah satu langkah nyata untuk mewujudkan visi tersebut,” lanjutnya.

Ia berharap semakin banyak individu, komunitas, hingga organisasi yang memiliki perhatian terhadap isu pasca konsumsi dapat terlibat dalam berbagai kegiatan dan kolaborasi ke depan.

Diketahui, #PuntungBeruntung merupakan gerakan kolektif yang diinisiasi oleh Nojorono. Gerakan ini mendorong kesadaran masyarakat dalam mengelola produk pasca konsumsi secara lebih bertanggung jawab melalui pendekatan kreatif, edukatif, dan kolaboratif.

Sejak 2023, #PuntungBeruntung telah menggandeng berbagai komunitas kreatif dan pelaku industri kreatif untuk mengembangkan potensi produk pasca konsumsi menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.

Melalui pengembangan titik butt collector dan pemanfaatan material hasil olahan pasca konsumsi, gerakan tersebut terus membuka peluang lahirnya inovasi dan nilai baru melalui kolaborasi bersama masyarakat. (Faza)