Lintaskudus.com, KUDUS – Warga Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, kini tidak perlu khawatir kesulitan mendapatkan kendaraan ketika membutuhkan evakuasi medis. Pemerintah desa setempat menyiagakan ambulans yang dapat digunakan masyarakat secara gratis selama 24 jam.
Ketersediaan armada tersebut diharapkan mempercepat proses membawa warga yang membutuhkan pertolongan ke fasilitas kesehatan, terutama dalam kondisi darurat.
Ambulans tersebut merupakan hibah dari RSU Kumala Siwi Mijen Kudus sebagai bagian dari dukungan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional rumah sakit.
Direktur RSU Kumala Siwi Mijen Kudus dr. Dian Norma Damawati, MARS, mengatakan persoalan transportasi masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi masyarakat ketika membutuhkan penanganan medis.
“Kadang kendalanya di transportasi, tidak adanya transportasi roda empat. Sehingga pasien yang membutuhkan evakuasi kesehatan darurat itu terhambat dan menjadi lebih lama untuk sampai ke fasilitas rujukan,” kata Dian saat ditemui di Kantor Pemerintah Desa Banget, Selasa (22/9).
Menurutnya, kecepatan evakuasi memiliki peran penting dalam penanganan pasien, khususnya mereka yang membutuhkan pertolongan segera.
“Kami percaya, semakin cepat pasien dilakukan evakuasi darurat, semakin meningkat keselamatan jiwa pasien,” ujarnya.
Karena itu, keberadaan ambulans di tingkat desa dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk memangkas waktu ketika warga membutuhkan transportasi medis.
Dian menegaskan, ambulans tersebut dapat digunakan masyarakat sesuai kebutuhan. Warga tidak harus dibawa ke RSU Kumala Siwi, tetapi dapat menuju fasilitas kesehatan yang menjadi tujuan pasien.
“Kalau pasien memang harus ke dokter pribadi, monggo ke dokter pribadi. Mau ke puskesmas boleh ke puskesmas. Kalau memang harus ke rumah sakit, ya ke rumah sakit,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Banget Slamet Widodo mengatakan ambulans tersebut telah dimanfaatkan warga meskipun baru diterima pemerintah desa.
“Alhamdulillah, ambulans ini hibah dari Rumah Sakit Kumala Siwi. Beberapa hari yang lalu sudah kami pakai untuk membantu warga yang ingin berobat ke rumah sakit,” ungkapnya.
Slamet mengatakan sebelumnya Desa Banget belum memiliki ambulans karena keterbatasan anggaran. Kondisi tersebut membuat warga harus mencari kendaraan lain ketika membutuhkan transportasi untuk berobat atau mendapatkan penanganan medis.
Kini, masyarakat cukup menghubungi pemerintah desa ketika membutuhkan ambulans. Relawan yang telah disiapkan juga akan membantu mengoperasikan layanan tersebut.
“Warga tinggal telepon saja. Relawan di desa kami juga sudah standby dan sudah diketahui warga,” katanya.
Ia memastikan penggunaan ambulans untuk mengantar warga mendapatkan pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten Kudus tidak dipungut biaya.
“Kami berharap ambulans ini bisa menjadi fasilitas yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Ketika ada kebutuhan kesehatan yang mendesak, masyarakat tidak lagi kebingungan mencari kendaraan untuk menuju fasilitas kesehatan,” pungkasnya.






