KUDUS, LINTASKUDUS.COM – Mendapatkan Super Tiket di Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026 bukan berarti mimpi menjadi atlet binaan langsung terwujud. Justru, tiket tersebut hanya menjadi pintu masuk menuju perjuangan yang lebih berat.
Para pebulutangkis muda yang berhasil melewati persaingan ketat di GOR Jati, Kudus, masih harus membuktikan kemampuan mereka selama empat pekan penuh dalam tahap karantina.
Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026 kini telah memasuki hari kedua, Kamis (10/9). Sejumlah atlet muda, khususnya dari sektor putri, terus berjuang menampilkan kemampuan terbaik demi mengamankan kesempatan melanjutkan perjalanan.
Persaingan semakin menarik karena peserta datang dari berbagai penjuru Indonesia dengan latar belakang dan perjuangan berbeda.
Fiendiziya Gwen Fernandes, misalnya, rela meninggalkan kampung halamannya di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, dan pindah ke Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, agar bisa menjalani latihan lebih intensif.
Upaya itu mulai membuahkan hasil. Atlet kategori U-11 tersebut sukses melaju ke Tahap Turnamen setelah menang meyakinkan 21-8 atas Aishya Azzalea asal Kabupaten Kendal.
Sementara Yukiko Graciela Manangkot memilih tidak menyerah setelah gagal mendapatkan Super Tiket dalam Audisi Umum PB Djarum Makassar 2026. Atlet KU-12 asal Minahasa, Sulawesi Utara, itu kembali datang ke Kudus untuk mencoba mewujudkan impiannya.
Yukiko berhasil melewati tahap screening setelah mengalahkan Diandira Bilqis Ufaira asal Blora dengan skor 21-13.
Tekad serupa juga diperlihatkan Lusia Maheswari Gracia Pengajeng asal Magelang. Setelah terhenti di Tahap Turnamen pada audisi tahun lalu, Gracia kembali dengan persiapan lebih serius.
Ia meningkatkan intensitas latihan, menjaga makanan, bahkan membatasi penggunaan ponsel demi menjaga fokus menuju audisi.
Namun, perjuangan sebenarnya belum berhenti ketika seorang peserta berhasil meraih Super Tiket. Rangkaian turnamen akan berlangsung 11 hingga 13 September 2026. Peserta putri yang mencapai babak final berhak mendapatkan Super Tiket.
Selain jalur prestasi, Tim Pencari Bakat juga dapat memberikan Super Tiket Pilihan kepada peserta yang dinilai memiliki potensi menjanjikan.
Selanjutnya, para pemegang Super Tiket akan menjalani karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum. Mereka akan merasakan kehidupan sehari-hari sebagai calon atlet binaan.
Tak hanya teknik bermain, aspek fisik, mental dan kedisiplinan juga menjadi bahan penilaian.
Legenda PB Djarum sekaligus anggota Tim Pencari Bakat, Yuni Kartika, menilai potensi peserta putri tahun ini cukup menggembirakan, terutama di kelompok usia U-11.
Pada akhirnya, Super Tiket hanyalah awal. Empat minggu karantina menjadi ujian sesungguhnya sebelum para pebulutangkis muda mengetahui apakah mimpi mengenakan seragam PB Djarum benar-benar menjadi kenyataan. (Faza)






