Tari Lajur Caping Kalo, 680 Penari, Satu Gerakan, Satu Target: Rekor MURI di Hari Jadi Kudus

Ilustrasi peserta berlatih tari caping untuk persiapan pemecahan rekor MURI dalam rangka HUT Kabupaten Kudus Ke-477. (Foto: Ilustrasi)

KUDUS, LINTASKUDUS.COM – Satu gerakan, ratusan penari, dan satu target besar tengah dipersiapkan di Kabupaten Kudus. Latihan intensif Tari Lajur Caping Kalo kini digelar setiap sore di area Pendapa Kabupaten Kudus untuk menyambut puncak Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477.

Sebanyak 680 penari yang tergabung dalam 136 grup bakal tampil secara serentak dalam aksi kolosal tersebut. Pementasan ini diproyeksikan menjadi salah satu atraksi budaya terbesar dalam rangkaian perayaan sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.

Latihan dilakukan untuk mematangkan kekompakan gerakan para peserta. Dengan jumlah penari yang mencapai ratusan orang, keseragaman gerakan menjadi bagian penting agar pertunjukan dapat berlangsung sesuai koreografi yang telah disiapkan.

Pementasan massal itu dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (26/9/2026) pagi. Para penari akan bergerak dari halaman Pendapa Kabupaten Kudus hingga menuju depan Air Mancur Kantor Bupati Kudus.

Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai pelajar, masyarakat umum hingga para pegawai yang sebelumnya telah mengikuti perlombaan. Mereka akan menyatukan gerakan dalam satu pertunjukan yang mengangkat kearifan lokal Kudus.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Abdul Halil, mengatakan persiapan rangkaian kegiatan Hari Jadi Kudus ke-477 telah dilakukan secara matang.

“Pesertanya terdiri dari kalangan pelajar, umum, serta para pegawai yang sebelumnya telah mengikuti perlombaan,” kata Halil.

Tari Lajur Caping Kalo tidak hanya dipersiapkan sebagai pertunjukan hiburan. Pementasan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya daerah kepada generasi muda.

Caping Kalo merupakan penutup kepala tradisional khas Kudus yang memiliki nilai filosofis dan menjadi bagian dari identitas budaya daerah. Melalui pementasan kolosal, unsur budaya tersebut dihadirkan dalam sebuah pertunjukan yang melibatkan ratusan penari.

Tari Lajur Caping Kalo merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kudus bersama Yayasan Karya Bakti Nojorono dalam melestarikan warisan budaya daerah.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjaga keberadaan seni tradisi Kudus agar tetap hidup, dikenal masyarakat luas, sekaligus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sementara itu, rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477 diawali dengan kegiatan religi berupa Tahlil Massal dan Khotmil Qur’an pada Selasa (22/9/2026).

Setelah aksi budaya kolosal pada Sabtu pagi, kemeriahan bakal berlanjut pada malam harinya. Panggung hiburan rakyat di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus akan menghadirkan Charly & Band serta grup musik pop Jawa Guyon Waton.

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, aparat gabungan dari Polres Kudus, Dinas Perhubungan dan Satpol PP telah menyiapkan rekayasa lalu lintas serta sejumlah kantong parkir.

Masyarakat diimbau datang lebih awal untuk menyaksikan langsung aksi 680 penari tersebut. Satu gerakan, satu irama dan satu target: membawa Tari Lajur Caping Kalo mencatatkan sejarah melalui Rekor MURI dalam Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477. (Faza)