Transparansi Hasil Uji Lab IPAL SPPG Trengguli: Pemdes Mediasi Keluhan Warga dan Dorong Perbaikan Lingkungan

DEMAK, Lintaskudus.com – Pemerintah Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, mengambil langkah solutif merespons keluhan empat warganya terkait dugaan pencemaran air sumur yang sempat dikaitkan dengan limbah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Trengguli.

Sebagai wujud transparansi dan semangat kekeluargaan, Pemdes Trengguli menggelar rapat koordinasi dan mediasi di Aula Balai Desa Trengguli, Rabu (16/9/2026). Pertemuan ini mempertemukan pihak warga pelapor, perwakilan pengelola SPPG Trengguli, tokoh masyarakat, serta instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Demak, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas Wonosalam.

Kepala Bidang P4LH DLH Kabupaten Demak, Kusdarmawan, dalam forum tersebut memaparkan hasil uji laboratorium terhadap sampel air di lingkungan SPPG. Berdasarkan data teknis, hasil laboratorium, jarak lokasi, serta pola parameter yang ada, dugaan bahwa sumur warga tercemar oleh limbah IPAL SPPG tidak terbukti.

“Kami tidak bisa hanya bicara asumsi. Hasil uji lab menunjukkan kualitas air limbah dari IPAL SPPG masih relatif aman dan sesuai baku mutu,” ujar Kusdarmawan.

Kusdarmawan menambahkan, temuan bakteri E. Coli yang tinggi pada sumur warga lebih dimungkinkan berasal dari sanitasi lingkungan sekitar, seperti jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumur atau faktor kebersihan lingkungan.

Meski dugaan pencemaran tidak terbukti, pihak SPPG Trengguli menyatakan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan demi kenyamanan warga. Pemilik Yayasan SPPG Al Chalimi, Bambang Budiyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah merespons masukan dari DLH dan Puskesmas dengan melakukan penguatan sistem filtrasi.

“Kami telah menerapkan penambahan filter 20 mikron, penggunaan bakteri pengurai limbah, hingga penambahan durasi resting (pengendapan) air limbah. Ini kami lakukan sebagai bentuk tanggung jawab agar operasional SPPG selaras dengan kenyamanan masyarakat sekitar,” jelas Bambang.

Pihak Puskesmas Wonosalam juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya memperbaiki sanitasi domestik, termasuk pengelolaan limbah rumah tangga agar tidak langsung dibuang ke selokan.

Upaya mediasi ini membuahkan hasil positif. Salah satu warga pelapor, Sumi, menyatakan dapat menerima penjelasan berdasarkan data ilmiah yang disampaikan dalam rapat tersebut. Ia pun kini tidak lagi mempermasalahkan dugaan pencemaran yang sebelumnya dikhawatirkan.

Atas saran dari pihak terkait, Sumi disarankan untuk melakukan pengurasan sumur dan pemberian tawas guna memastikan kembali air sumurnya aman untuk kebutuhan sehari-hari.

Rapat koordinasi ini diakhiri dengan kesepakatan bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan secara gotong royong, sehingga tercipta suasana desa yang sehat dan harmonis bagi seluruh pihak