Regenerasi Skuad Dimulai, Squash Kudus Kejar Emas Porprov Jateng 2026

Meski harus menghadapi keterbatasan, optimisme tetap dijaga. Pengkab Squash Kudus membidik minimal satu medali emas pada Porprov Jateng 2026, dengan nomor tunggal putri (Foto: Devy)

KUDUS, LINTASKUDUS.COM – Cabang olahraga Squash Kabupaten Kudus tengah menyiapkan wajah baru untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Empat atlet dari generasi baru kini diproyeksikan menjadi tumpuan Kudus untuk mengejar target minimal satu medali emas.

Regenerasi tersebut dilakukan setelah sejumlah atlet yang memperkuat Kudus pada Porprov sebelumnya kini telah bekerja maupun menjalani aktivitas di luar daerah. Padahal, pada ajang sebelumnya, kontingen Squash Kudus berhasil meloloskan delapan atlet dan membawa pulang medali perunggu.

Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Squash Kudus, Bahar Widyatmoko, mengatakan pembentukan skuad baru menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan prestasi cabang olahraga squash di Kabupaten Kudus.

“Untuk Porprov sekarang kami memang melakukan regenerasi. Atlet-atlet lama sebagian sudah bekerja dan ada yang berada di luar kota,” ujar Bahar, Senin (31/8/2026).

Empat atlet yang disiapkan terdiri atas dua putra dan dua putri. Mereka akan turun pada nomor tunggal putra dan tunggal putri. Dua atlet putri masih berstatus pelajar dengan usia sekitar 16 hingga 17 tahun, sementara atlet putra telah berada di jenjang perguruan tinggi.

Meski tergolong sebagai generasi baru, para atlet dinilai memiliki modal cukup baik. Seluruhnya memiliki latar belakang olahraga tenis dan telah memiliki pengalaman mengikuti kompetisi, sehingga proses adaptasi terhadap olahraga squash terus menunjukkan perkembangan.

Pelatih Squash Kudus, Supardi, menyebut kesiapan tim saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Program latihan pun terus dimaksimalkan menjelang pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober 2026 di Semarang.

Para atlet menjalani latihan rutin empat kali dalam sepekan di Kudus. Namun, keterbatasan fasilitas membuat tim harus menambah agenda latihan ke luar daerah untuk menggunakan lapangan squash resmi.

“Latihan rutin empat kali di Kudus. Untuk bermain di lapangan squash, kami bergantian latihan ke Semarang atau Jepara,” kata Supardi.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Hingga saat ini, Kabupaten Kudus belum memiliki lapangan squash resmi. Akibatnya, latihan di Kudus belum sepenuhnya bisa dilakukan dalam kondisi yang menyerupai arena pertandingan.

“Fasilitas memang menjadi kendala kami. Kalau ingin latihan di lapangan squash, kami harus keluar Kudus,” imbuhnya.

Meski harus menghadapi keterbatasan, optimisme tetap dijaga. Pengkab Squash Kudus membidik minimal satu medali emas pada Porprov Jateng 2026, dengan nomor tunggal putri menjadi salah satu sektor yang diharapkan mampu memberikan hasil terbaik.

“Kami tetap optimistis. Target kami minimal satu medali emas,” tegas Bahar.

Dalam waktu yang tersisa, tim pelatih akan terus meningkatkan intensitas latihan untuk mematangkan kemampuan teknik, strategi, fisik, dan mental para atlet. Pengalaman berlatih di berbagai arena juga diharapkan mampu menambah kesiapan skuad sebelum turun di persaingan Porprov.

Di sisi lain, Pengkab Squash Kudus berharap ke depan tersedia lapangan squash resmi di Kabupaten Kudus. Kehadiran fasilitas tersebut dinilai penting untuk memperluas pembinaan sekaligus membuka kesempatan bagi atlet-atlet muda mengenal dan mengembangkan potensi di cabang olahraga squash.

Dengan semangat regenerasi dan target emas yang telah dipasang, skuad muda Squash Kudus kini bersiap membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk berhenti mengejar prestasi. (Joel)