Kudus, lintaskudus.com – Meski organisasi pengurusnya baru terbentuk setahun lalu, cabang olahraga Xiangqi Kabupaten Kudus menunjukkan perkembangan yang mencuri perhatian. Dengan kekuatan 11 atlet yang lolos ke Porprov Jawa Tengah 2026, Kudus kini berani memasang target medali emas.
Sebagian besar kekuatan Xiangqi Kudus bahkan berasal dari atlet-atlet muda yang masih berstatus pelajar. Dari 11 atlet yang akan tampil dalam lima kategori pertandingan, sembilan di antaranya merupakan pelajar dan dua lainnya atlet dewasa.
Xiangqi sendiri merupakan permainan strategi asal Tiongkok yang dimainkan oleh dua orang. Olahraga yang sekilas menyerupai catur ini menggunakan sejumlah bidak khas dan membutuhkan ketelitian, strategi, serta kemampuan membaca langkah lawan.
Pelatih sekaligus atlet Xiangqi Kabupaten Kudus, Bambang Kristianto, mengatakan persiapan menuju Porprov terus dilakukan meski secara fisik dan teknik para atlet dinilai sudah siap.
“Kesiapan fisik dan teknik sudah 100 persen. Namun, sisa waktu yang ada tetap kami manfaatkan untuk latihan rutin dan uji coba,” ujar Bambang, Rabu, 26 Agustus 2026.
Bambang yang juga menyandang lisensi Pelatih Nasional Pratama Xiangqi (PNPX) dan Wasit Nasional Pratama Xiangqi (WNPX) mengatakan, pembinaan atlet tidak hanya dilakukan melalui latihan rutin. Para atlet juga mendapatkan pengalaman bertanding melalui berbagai kejuaraan.
Hasilnya cukup menjanjikan. Dalam kejuaraan Kapolresta Pati Cup, kontingen Xiangqi Kudus berhasil keluar sebagai juara umum setelah memboyong delapan medali emas dari total 15 medali emas yang diperebutkan.
“Pada kejuaraan terakhir di Kapolresta Pati Cup, kita berhasil keluar sebagai juara umum dengan memboyong delapan medali emas,” katanya.
Prestasi tersebut menjadi modal penting bagi Kudus untuk menghadapi persaingan di Porprov Jateng. Bambang menyebut pembinaan Xiangqi sengaja diarahkan kepada kalangan pelajar sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi atlet berikutnya.
Saat ini, PEXI Kudus telah memiliki sekitar 465 atlet binaan, dengan sekitar 80 hingga 100 atlet aktif mengikuti turnamen bulanan. Jumlah tersebut terus berkembang seiring sosialisasi Xiangqi ke berbagai sekolah dan masuknya olahraga ini dalam kegiatan ekstrakurikuler.
PEXI Kudus sendiri baru resmi terbentuk pada 14 Agustus 2025. Namun, organisasi tersebut langsung bergerak melakukan pembinaan dan mencari bibit-bibit atlet potensial.
“Kita menargetkan lima sampai 10 tahun ke depan untuk memanen hasilnya. Anak-anak ini kelak akan tumbuh dewasa, sementara para senior di daerah lain lambat laun akan pensiun,” jelas Bambang.
Untuk Porprov 2026, target medali emas menjadi motivasi utama bagi para atlet. Dukungan orang tua juga terus diperkuat mengingat sebagian besar atlet masih berada di usia pelajar.
Optimisme terhadap Xiangqi Kudus turut disampaikan Ketua KONI Kabupaten Kudus, Sulistiyanto. Ia menilai perkembangan cabang olahraga tersebut cukup pesat berkat keseriusan pelatih dan jajaran pengurus dalam melakukan pembinaan.
“Saya melihat cabang olahraga ini di Kudus begitu hype dan menjanjikan, terutama peran pelatih dan pengurus Pengkabnya. Saya melihat cabor ini punya potensi sebagai kuda hitam dan mendulang banyak medali di arena Porprov Jateng,” pungkas Sulistiyanto. (Joel)






