ASTI Andalkan Pembinaan Berjenjang, 13 Tim Siap Ramaikan Piala Soeratin 2026

Pemain ASTI Kudus dalam salah satu pertandingan (Foto: ASTI)

Kudus, lintaskudus.com –Bagi Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI), kompetisi bukan sekadar ajang berburu gelar juara, tetapi menjadi ruang belajar bagi setiap siswa untuk berkembang.

Filosofi itulah yang mendasari keputusan ASTI mengirimkan 13 tim pada Piala Soeratin 2026 sebagai bagian dari pembinaan berjenjang yang kini mulai menunjukkan hasil melalui berbagai prestasi, termasuk lahirnya pemain yang dipanggil mengikuti Pemusatan Latihan Timnas Pelajar Indonesia.

CEO ASTI Arif Budianto mengatakan, setiap pemain muda membutuhkan kesempatan bertanding sebanyak mungkin untuk meningkatkan kemampuan teknik, mental, serta kepercayaan diri. Karena itu, akademi sengaja memperbanyak keikutsertaan tim dalam kompetisi agar seluruh siswa memperoleh pengalaman yang sama.

Pernyataan tersebut disampaikan Arif usai menjadi narasumber dalam salah satu program olahraga di stasiun televisi nasional di Jakarta. Menurutnya, keberhasilan sebuah akademi tidak hanya diukur dari banyaknya trofi yang diraih, tetapi dari kualitas pemain yang mampu dihasilkan melalui proses pembinaan yang konsisten.

“Filosofi kami sederhana, pembinaan harus menjadi prioritas utama. Anak-anak tidak cukup hanya berlatih, tetapi juga harus memiliki jam terbang melalui kompetisi. Karena itu kami mengirimkan 13 tim di Piala Soeratin agar semakin banyak siswa memperoleh pengalaman bertanding. Prestasi adalah hasil dari proses latihan yang konsisten, kerja keras pemain, pelatih, dan seluruh official,” ujar Arif.

Ia menambahkan, ASTI ingin membangun ekosistem pembinaan yang memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk berkembang tanpa semata-mata dibebani target menjadi juara. Menurutnya, setiap pertandingan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan pemain.

“Kami ingin mencetak pemain, bukan hanya tim juara. Kalau proses pembinaan berjalan baik, maka prestasi akan datang dengan sendirinya. Target kami adalah melahirkan pemain yang siap bersaing di level profesional, memperkuat tim nasional, bahkan tampil di kompetisi internasional,” tegasnya.

Pada Piala Soeratin 2026, ASTI mendaftarkan 13 tim yang tersebar di kelompok usia 13, 15, dan 17 tahun. Sebanyak 12 tim akan berlaga di tingkat Provinsi Jawa Tengah, sedangkan satu tim mengikuti kompetisi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tim-tim tersebut terdiri atas ASTI Academy U13, ASTI Kudus U13, ASTI Kendal U13, ASTI Tegal U13, Dymo FC U13, ASTI Academy U15, ASTI Kudus U15, ASTI Kendal U15, ASTI Tegal U15, Dymo FC U15, Dymo FC U17, Bina Sentra U17, serta Satria Adikarta U17.

Komitmen pembinaan tersebut mulai membuahkan hasil. Di tengah persiapan menghadapi Piala Soeratin, siswa ASTI kelompok usia 12 tahun sukses mendominasi ajang Piala Liga Grassroots Indonesia Korda Pati yang digelar di Lapangan Kapuan, Cepu, Blora.

Pada turnamen yang diikuti 16 tim tersebut, ASTI mengirimkan empat tim, yakni ASTI Kudus, ASTI Lamongan, ASTI Semarang, dan ASTI TJS. Hasilnya, ASTI Kudus keluar sebagai juara pertama, ASTI Semarang menjadi runner-up, sementara ASTI TJS meraih juara ketiga bersama ESGE Tuban A.

Ketua Panitia Pelaksana, Matturkam, mengatakan tim juara pertama dan kedua berhak memperoleh golden ticket menuju putaran nasional di Jakarta International Stadium (JIS) yang akan berlangsung pada Oktober mendatang. Selain itu, kedua tim juga mendapatkan sertifikat dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Pelatih ASTI Kudus, Muhtarom, menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari semangat para pemain yang sebagian besar baru bergabung dengan akademi pada awal Juli.

“Juara ini hasil kerja keras semua tim. Anak-anak tetap semangat dan berjuang sepanjang turnamen meskipun tim ini baru terbentuk karena semua merupakan siswa baru ASTI yang baru masuk mess dan mulai latihan pada bulan Juli ini,” katanya.

Keberhasilan pembinaan ASTI juga tercermin dari dipanggilnya empat pemain kelompok usia 13 tahun, yakni Gibran Tsani, Keenan Alano, Alden, dan Fauzan, untuk mengikuti Pemusatan Latihan Timnas Pelajar Indonesia. Keempat pemain tersebut dijadwalkan berangkat ke Korea Selatan pada 25 Juli mendatang.

Bagi ASTI, pencapaian tersebut menjadi indikator bahwa pembinaan yang menempatkan proses sebagai prioritas mulai menghasilkan pemain-pemain berkualitas. Keikutsertaan 13 tim di Piala Soeratin diharapkan semakin memperkaya pengalaman bertanding para siswa sekaligus memperkuat regenerasi sepak bola Indonesia dari level usia muda. (Joel)