Rp7 Miliar Digelontorkan! 30 Titik Drainase di Kudus Dikebut Atasi Genangan

Beberapa Petugas mengecek proses pembangunan drainase di lokasi proyek. (Foto: istimewa)

KUDUS, LINTASKUDUS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menggelontorkan anggaran sekitar Rp7 miliar untuk membangun dan memperbaiki jaringan drainase di sekitar 30 titik.

Puluhan proyek tersebut kini tengah dikebut sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan genangan air yang kerap muncul saat hujan deras mengguyur sejumlah kawasan di Kabupaten Kudus.

Kepala Bidang Tata Bangunan dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Hammad Riza, mengatakan seluruh titik yang menjadi prioritas penanganan telah mulai dikerjakan.

Bahkan, progres pembangunan di sekitar 30 titik tersebut rata-rata sudah melampaui 50 persen.

“Total titik kurang lebih ada 30-an. Semuanya sudah berprogres dan rata-rata sudah di atas 50 persen,” ujar Hammad saat meninjau pembangunan drainase di ruas Jalan Wahid Hasyim–Jalan DR Wahidin, Jumat (11/9/2026).

Anggaran sekitar Rp7 miliar untuk pembangunan dan perbaikan drainase tersebut bersumber dari dana cukai dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Salah satu proyek yang progresnya paling tinggi berada di ruas Jalan Wahid Hasyim hingga Jalan DR Wahidin. Hingga saat ini, pembangunan drainase di lokasi tersebut telah mencapai sekitar 96 persen.

Proyek itu ditargetkan rampung sepenuhnya pada September 2026.

Saluran yang dibangun memiliki panjang sekitar 465 meter. Di Jalan DR Wahidin, pembangunan menggunakan U-Ditch berukuran 1 x 1 meter. Sementara di ruas Jalan Wahid Hasyim digunakan U-Ditch berukuran 60 x 60 sentimeter.

Saat ini, pekerjaan yang tersisa meliputi pemasangan grill inlet, perapian konstruksi, dan pembersihan lokasi proyek.

Hammad menjelaskan, pembangunan drainase tidak sekadar memperbesar kapasitas saluran air. Proyek tersebut juga dirancang untuk membangun jaringan drainase yang saling terhubung hingga menuju saluran pembuangan utama.

Untuk drainase di kawasan Jalan DR Wahidin, nantinya saluran tersebut akan terhubung dengan aliran dari Jalan Mangga, Jalan Loekmono Hadi, Jalan Ramelan hingga Jalan Ahmad Yani.

Aliran air kemudian akan diarahkan menuju Sungai Kaligelis.

“Harapannya Jalan Mangga, Loekmono Hadi atau Ramelan bisa langsung terhubung ke sini dan alirannya menuju Sungai Kaligelis,” katanya.

Meski pembangunan drainase terus digenjot, Pemkab Kudus masih menghadapi pekerjaan besar. Hammad mengungkapkan, jaringan drainase yang layak di Kabupaten Kudus secara keseluruhan baru mencapai sekitar 60 persen.

Keterbatasan anggaran membuat penanganan tidak dapat dilakukan secara sekaligus. Pemerintah pun memilih menangani titik-titik prioritas, terutama kawasan perkotaan dan lokasi yang selama ini kerap mengalami genangan.

“Penanganan genangan tidak bisa langsung 100 persen karena keterbatasan anggaran. Kami mencoba mulai dari hilir, kemudian naik ke atas,” jelasnya.

Pola penanganan dari hilir tersebut telah diterapkan di sejumlah titik. Salah satunya di kawasan Tugu Identitas Kudus.

Setelah jaringan saluran diperbaiki dan aliran air diarahkan menuju sungai, kawasan tersebut disebut tidak lagi mengalami banjir seperti sebelumnya.

Selain pembangunan fisik, Hammad menekankan pentingnya perawatan jaringan drainase yang sudah ada. Saluran yang memiliki kapasitas memadai tetap bisa menimbulkan persoalan apabila inlet atau jalur masuk air tertutup sampah.

“Drainasenya sudah mumpuni, tetapi kadang inlet tertutup sampah,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat diharapkan ikut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke saluran air.

Selain itu, warga juga diminta ikut menjaga aset-aset daerah, khususnya infrastruktur drainase yang menggunakan material besi agar tidak mengalami kerusakan maupun hilang.

“Kami sangat berharap ada peran serta masyarakat untuk ikut mengamankan aset-aset daerah,” pungkasnya. (Faza)