Pernah Tersingkir, Keanu dari Balikpapan Datang Lagi ke Kudus Demi Mimpi PB Djarum

Keanu Al Fathir Rahadi atlet putra asal Balikpapan, Kalimantan Timur saat melakoni tahap turnamen Audisi Umum PB Djarum di GOR Jati, Kudus, Jumat (11/9) (Foto: istimewa/PB Djarum)

KUDUS, lintaskudus.com – Jarak ribuan kilometer dari Balikpapan, Kalimantan Timur, menuju Kudus tak menjadi penghalang bagi Keanu Al Fathir Rahadi untuk kembali mengejar mimpinya.

Pernah terhenti pada Tahap Turnamen Audisi Umum PB Djarum 2024, pebulutangkis muda kategori usia KU-12 itu memilih untuk tidak menyerah. Dua tahun berselang, Keanu kembali menginjakkan kaki di GOR Djarum, Jati, Kudus, dengan persiapan dan tekad yang lebih kuat.

Keanu menjadi salah satu peserta yang tampil pada Tahap Turnamen Audisi Umum PB Djarum 2026, Jumat (11/9/2026). Kesempatan keduanya mengikuti audisi dimanfaatkan dengan baik.

Pada pertandingan hari pertama, Keanu berhasil mengamankan kemenangan atas Nidan Mauludi Fathan asal Kuningan, Jawa Barat. Pebulutangkis muda asal Balikpapan tersebut menang dua gim langsung dengan skor 21-10 dan 21-13.

Kemenangan itu menjadi awal positif dalam perjuangan Keanu untuk melangkah lebih jauh. Namun, ia menyadari jalan menuju impiannya menjadi atlet binaan PB Djarum masih panjang.

Untuk mengikuti audisi tahun ini, Keanu mengaku telah menjalani persiapan serius. Dalam satu minggu, ia bahkan menjalani latihan hingga 11 kali.

“Untuk persiapan audisi ini, saya latihan seminggu 11 kali. Saya ingin bergabung dengan PB Djarum karena banyak atletnya yang menjadi juara dunia,” kata Keanu.

Latihan keras tersebut tak hanya dilakukan untuk meningkatkan kemampuan teknik dan fisiknya. Keanu juga mendapat pembelajaran tentang kehidupan seorang atlet.

Menurutnya, sang pelatih selalu menekankan pentingnya kemandirian dan kedisiplinan. Saat berada di asrama, Keanu dibiasakan mengurus kebutuhannya sendiri, termasuk mencuci pakaian.

“Pelatih saya bukan cuma melatih soal teknik tapi juga soal kemandirian. Seperti di asrama saya cuci baju sendiri. Pokoknya hidup disiplin dan menjaga pola makan,” ujarnya.

Disiplin juga diterapkan Keanu dalam penggunaan telepon genggam. Ia memilih untuk tidak terlalu banyak bermain handphone agar konsentrasinya tidak terganggu.

“Saya juga tidak terlalu banyak bermain handphone supaya bisa tetap fokus. Paling pegang handphone kalau telepon orang tua saja,” tuturnya.

Pilihan hidup sederhana dan disiplin tersebut menjadi bagian dari persiapannya menghadapi persaingan ketat di Audisi Umum PB Djarum.

Ratusan pebulutangkis muda dari berbagai daerah datang ke Kudus dengan tujuan yang sama, yakni mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari klub bulutangkis yang telah melahirkan banyak atlet kelas dunia.

Bagi Keanu, pengalaman pada 2024 menjadi pelajaran penting. Kegagalan di Tahap Turnamen tidak membuatnya menjauh dari lapangan bulutangkis. Sebaliknya, pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk kembali mencoba.

Kali ini, ia datang dengan target lebih tinggi.

“Saya siap menghadapi pertandingan selanjutnya hingga sampai final,” tegasnya.

Tahap Turnamen Audisi Umum PB Djarum 2026 masih berlangsung hingga Sabtu (12/9/2026). Peserta putra yang mampu mencapai babak semifinal berhak mendapatkan Super Tiket untuk melanjutkan perjuangan.

Namun, Super Tiket bukan menjadi akhir perjalanan. Peserta yang berhasil lolos akan menjalani tahap karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum.

Selama masa tersebut, para peserta tidak hanya dinilai berdasarkan kemampuan bermain. Kedisiplinan, kemandirian, pola hidup dan karakter juga menjadi bagian dari penilaian sebelum akhirnya ditentukan sebagai atlet binaan.

Bagi Keanu, perjuangan masih jauh dari selesai. Kemenangan pada pertandingan pertama hanyalah satu langkah kecil.

Perjalanan dari Balikpapan ke Kudus telah ia tempuh. Kini, Keanu tinggal melanjutkan perjuangannya di lapangan.

Dengan latihan 11 kali dalam seminggu, membatasi penggunaan handphone dan membiasakan hidup mandiri, Keanu berharap kesempatan keduanya di Audisi Umum PB Djarum bisa menghasilkan cerita berbeda dari dua tahun lalu. (Faza)