Kudus, Lintaskudus.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kudus resmi melantik jajaran pengurus baru untuk masa khidmat 2026–2031 yang dibarengi dengan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab). Dalam struktur kepengurusan ini, Ida Nur Sa’adah secara resmi didaulat sebagai Ketua DPC, didampingi oleh Safuan sebagai Sekretaris dan Bisri sebagai Bendahara.
Pelantikan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi PKB Kudus untuk tancap gas dalam menghadapi dinamika politik yang semakin kompetitif. Kepengurusan baru ini tidak hanya sekadar formalitas, namun langsung tancap gas dengan memasang target ambisius dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang. PKB Kudus mematok target untuk meraih 10 kursi di DPRD Kabupaten Kudus.
Pengukuhan yang berlangsung di Majesty Ball Room, Hotel Griptha Kudus tersebut dipimpin Ketua DPW PKB Jawa Tengah, H. Syarif Abdillah, yang juga hadir sebagai representasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.
Ketua DPC PKB Kudus, Ida Nur Sa’adah, menyatakan bahwa target 10 kursi tersebut bukanlah angka yang mustahil jika seluruh elemen partai bekerja secara solid. Menurutnya, strategi utama yang akan dijalankan adalah sistem ‘jemput bola’ atau turun langsung ke masyarakat.
“Target 10 kursi adalah wujud komitmen kami untuk membawa perubahan yang lebih besar bagi masyarakat Kudus. Kami menyadari bahwa kepercayaan publik harus diraih dengan pembuktian nyata. Oleh karena itu, pengurus yang baru dilantik ini wajib segera melakukan pemetaan wilayah, menguatkan basis hingga tingkat ranting, serta secara aktif mendengar dan mendampingi keluhan masyarakat di akar rumput,” ujar Ida Nur Sa’adah dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).
Keberhasilan DPC PKB Kudus dalam merampungkan penyusunan struktur organisasi mendapat apresiasi tinggi dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Tengah. Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Sarif Abdillah, pihaknya menyoroti bahwa Kudus menjadi salah satu daerah dengan kinerja tercepat di Jawa Tengah dalam melakukan konsolidasi organisasi.
“Kudus menunjukkan semangat yang luar biasa. Kecepatan mereka dalam menyusun struktur hingga ke tingkat ranting menunjukkan bahwa soliditas partai di sini berada di level yang sangat tinggi. Ini adalah modal besar untuk memenangkan Pileg mendatang,” puji Sarif.
Sarif Abdillah menambahkan bahwa PKB kini tengah melakukan transformasi besar dengan semangat ‘dari kekuasaan menuju pengabdian’. Ia menegaskan bahwa jabatan politik bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk memberikan solusi atas permasalahan rakyat.
“Kami ingin mengubah pola pikir, bahwa partai bukan sekadar tempat berkumpulnya politisi saat pemilu, melainkan rumah aspirasi. Kami akan terus mendampingi permasalahan ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan yang sedang dihadapi warga, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaat kehadiran PKB,” imbuh Sarif.
Selain mengejar target legislatif, kepengurusan baru DPC PKB Kudus juga berkomitmen untuk melakukan regenerasi politik yang inklusif. Ida Nur Sa’adah mengakui adanya tantangan besar terkait fenomena apatisme politik di kalangan generasi Z dan milenial. Oleh karena itu, PKB Kudus akan menerapkan pendekatan yang lebih modern, seperti pemanfaatan media sosial dan ruang diskusi kreatif, untuk merangkul pemilih muda agar lebih peduli terhadap masa depan bangsa.
“Kami tidak ingin membiarkan generasi muda kita apolitis. Kami akan menyediakan ruang bagi mereka untuk berkontribusi. Politik adalah alat paling efektif untuk memperbaiki keadaan, dan kami ingin generasi muda Kudus menjadi bagian dari perubahan itu,” tutup Ida.
Dengan formasi baru yang dinakhodai Ida Nur Sa’adah, Safuan, dan Bisri, PKB Kudus kini menatap masa depan dengan optimisme tinggi, bertekad untuk menjadi partai yang paling dekat dan paling dirasakan kehadirannya oleh masyarakat.






